Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Inspiratif! Anak Pedagang Warung di Buleleng Bakal Lanjutkan Pendidikan di University of Edinburgh. Berhasil Dapat Beasiswa Penuh

Eka Prasetya • Senin, 8 September 2025 | 00:20 WIB

 

MENUJU KAMPUS TOP DUNIA: Athanasia Gusanto berhasil menembus kampus top di Inggris Raya, University of Edinburgh untuk melanjutkan pendidikan magister. Berhasil raih beasiswa penuh.
MENUJU KAMPUS TOP DUNIA: Athanasia Gusanto berhasil menembus kampus top di Inggris Raya, University of Edinburgh untuk melanjutkan pendidikan magister. Berhasil raih beasiswa penuh.

SINGARAJA,  RadarBuleleng.id - Tak pernah terbayang oleh Athanasia Gusanto, gadis asal Buleleng, bahwa langkah kecilnya sebagai anak dari pedagang warung sederhana bisa mengantarnya ke salah satu universitas terbaik dunia di Inggris Raya (United Kingdom). 

Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang lolos ke University of Edinburgh, kampus bergengsi yang masuk jajaran 10 besar dunia.

Atha, sapaan akrabnya, lahir pada Juni 2003 dan tumbuh dalam keterbatasan ekonomi. 

Meski demikian, ia berhasil lulus dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) hanya dalam 3,5 tahun dengan predikat cumlaude

Tak menunggu lama, penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) ini langsung memberanikan diri melanjutkan studi S2 atau magister.

“Target saya memang setelah S1 harus lanjut S2. Entah di dalam negeri atau luar negeri, yang penting saya maju,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).

Berbekal tekad kuat, Atha mendaftar ke lima universitas ternama di Inggris. Mengejutkan, semua kampus menerimanya, termasuk University of Edinburgh.

Bahkan sebelum pengumuman resmi kelulusan, ia sudah lebih dulu mendapat tawaran beasiswa penuh dari rektor kampus tersebut.

Beasiswa ini mencakup biaya kuliah, tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, hingga riset akademik. 

“Saya sampai bingung, kok malah dapat beasiswanya duluan, bukan pengumuman diterima kuliahnya,” kenangnya sambil tersenyum.

Perjalanan akademis Atha memang penuh prestasi. Ia kerap menjuarai lomba debat Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris, mewakili Undiksha di National University Debating Championship. 

Kebolehannya itu membuat ia dipercaya melatih tim debat sekolah-sekolah unggulan di Bali. 

Dunia pageant kampus pun pernah digelutinya, dengan gelar Regem Regina dan Putri Undiksha.

Namun, semua capaian itu dibayar mahal. Atha harus membiayai kebutuhan keluarga dengan menjadi guru les privat dan penerjemah lepas. 

Cobaan makin berat ketika ia kehilangan ayah tercinta, tepat sebelum kabar bahagia penerimaan di kampus elite itu datang.

“Kepergian ayah justru jadi motivasi untuk melangkah lebih jauh dan mengangkat derajat keluarga. Saya yakin beliau bangga, meski di dunia berbeda,” tuturnya.

Kini, Atha bersiap menjalani studi Master of TESOL (Teaching English to Speakers of Other Languages) di University of Edinburgh, Skotlandia. 

Ia tetap berencana mengajar secara daring dan mengambil kerja paruh waktu. Sepulang dari Inggris nanti, ia bermimpi mendirikan sekolah atau pusat belajar bagi anak-anak dari keluarga sederhana di Buleleng.

“Kalau saya bisa, anak-anak lain juga pasti bisa. Saya hanya ingin jadi bukti bahwa pendidikan mampu mengubah segalanya,” harapnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#Akademis #indonesia #kampus #University of Edinburgh #magister #pendidikan #undiksha #universitas #inggris raya #cumlaude #s2 #kuliah #buleleng #rektor