Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Revitalisasi Pemuteran Jadi Desa Wisata "Dewi Satoe", STIKes Buleleng Raih Dukungan Dikti

Rosihan Anwar • Kamis, 11 September 2025 | 00:26 WIB

 

Tim dari STIKes Buleleng dan STIE Satya Dharma, serta sejumlah mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan STIKes Buleleng di Desa Pemuteran, Gerokgak.
Tim dari STIKes Buleleng dan STIE Satya Dharma, serta sejumlah mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan STIKes Buleleng di Desa Pemuteran, Gerokgak.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Dosen STIKes Buleleng, Putu Indah Sintya Dewi bersama timnya sukses meraih pendanaan Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Dikti Sainstek), khususnya Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi.

Dalam program tersebut, Indah berkolaborasi dengan Ni Made Dwi Yunica Astriani dari STIKes Buleleng, Komang Trisna Sari Dewi dari STIE Satya Dharma, serta sejumlah mahasiswa Prodi Sarjana Keperawatan STIKes Buleleng. 

Mereka menjadikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Giri Kerthi di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, sebagai mitra utama.

Kegiatan bermula dari observasi tim yang menemukan potensi besar Desa Pemuteran di sektor ekowisata. 

Jalur trekking Bukit Udeng-Udengan dan Bukit Batu Kursi memiliki daya tarik kuat, namun pengelolaannya masih terkendala promosi digital dan minimnya penerapan standar keselamatan kerja.

“Keindahan alam Pemuteran harus diimbangi dengan promosi modern serta jaminan keamanan wisatawan agar semakin diminati,” kata Indah Sintya.

Lewat program tersebut, timnya memperkenalkan konsep Desa Wisata Safety Tourism atau “Dewi Satoe”. 

Mereka memberikan edukasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) kepada pemandu wisata, melatih Bantuan Hidup Dasar (BHD), hingga menyiapkan alat pelindung diri dan kotak P3K. 

Dukungan teknologi juga diberikan melalui pengembangan website dan konten digital sebagai sarana promosi.

Indah menegaskan, promosi berbasis website dan media sosial akan memperluas jangkauan wisata Pemuteran. 

Di sisi lain, penerapan K3 diyakini mampu menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan.

“Harapannya, Pemuteran tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga unggul dalam pelayanan wisata yang aman, sehat, dan modern,” imbuhnya.

Mahasiswa turut dilibatkan sejak tahap survei, edukasi, hingga pembuatan konten digital. Selain memberi pengalaman praktis di lapangan, mereka juga berperan nyata dalam mendukung masyarakat desa.

Produk akhir dari program ini mencakup website desa wisata, konten promosi digital, peningkatan keterampilan pemandu wisata, serta publikasi kegiatan di media massa dan jurnal ilmiah.

“Dengan revitalisasi Dewi Satoe, kami ingin Pemuteran semakin dikenal dunia sebagai destinasi wisata yang aman, sehat, dan berkelas internasional,” tutup Indah. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#stikes #pokdarwis #konten #dosen #bukit #keperawatan #vokasi #desa wisata #Pemuteran #buleleng #pengadian kepada masyarakat #kementerian #media sosial