SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Upaya memperkuat budaya literasi di Buleleng terus digencarkan. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Buleleng di Gedung PLUT Singaraja, Selasa (16/9/2025).
Sebanyak 210 peserta yang terdiri atas guru, pustakawan, dan orang tua mengikuti kegiatan tersebut.
Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring, sekaligus menumbuhkan budaya membaca sejak dini di kalangan anak-anak.
Kepala DAPD Buleleng, Made Era Oktarini menjelaskan, membaca nyaring bukan sekadar mengucapkan tulisan dengan suara keras. Membaca nyaring juga menekankan intonasi, ekspresi, dan pemahaman.
Dengan begitu, pesan penulis dapat tersampaikan secara utuh kepada pendengar, baik berupa pikiran, perasaan, maupun pengalaman.
”Sasarannya mengembangkan budaya membaca anak. Sehingga diharapkan mampu memperkuat literasi masyarakat, khususnya anak-anak di Buleleng,” ujar Era.
Menurutnya, keterampilan membaca nyaring sangat strategis bagi guru, pustakawan, dan orang tua.
Sebab, mereka memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan membaca dan menumbuhkan kecintaan terhadap literasi pada generasi muda.
Namun, Era mengingatkan agar kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai seremonial. Ia menekankan pentingnya implementasi nyata dalam kehidupan sehari-hari.
”Jika ilmu membaca nyaring ini dapat diimplementasikan dengan baik, akan menumbuhkan budaya literasi dan membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya