SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menunjukkan kiprahnya dalam pengembangan pertanian berkelanjutan.
Melalui program Desa Binaan di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, tim dosen lintas bidang berhasil menciptakan inovasi pupuk organik L2Nano dan pestisida nabati ramah lingkungan berbasis bahan lokal.
Inovasi ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi pertanian modern yang masih bergantung pada pupuk kimia dan pestisida sintetis.
Ketergantungan tersebut tak hanya meningkatkan biaya produksi, tapi juga merusak kesuburan tanah.
Ketua tim inovator, Prof. I Wayan Karyasa menjelaskan bahwa pupuk L2Nano merupakan hasil riset berbasis arang sekam yang diformulasikan dengan teknologi nano.
Pupuk tersebut mampu memperkuat batang tanaman — terutama padi — agar tidak mudah rebah saat musim hujan.
“L2Nano menggunakan prinsip pelepasan nutrisi secara lambat (slow release), sehingga unsur hara terserap optimal oleh tanaman dan tidak cepat hilang. Ini penting untuk efisiensi pemupukan dan menjaga keberlanjutan lahan,” jelas Prof. Karyasa.
Selain pupuk, tim Undiksha juga mengembangkan pestisida nabati berbahan gulma, yang biasanya dianggap hama pengganggu.
Dengan pendekatan inovatif, gulma tersebut diolah menjadi pestisida alami yang dikombinasikan dengan biostimulan. Sehingga mampu membasmi hama sekaligus memperkuat daya tahan tanaman.
“Kami mengubah masalah menjadi solusi. Gulma yang biasanya merusak, kini justru menjadi pelindung tanaman. Ini contoh nyata pemanfaatan potensi lokal,” tambahnya.
Produk inovatif ini telah diuji coba langsung di lahan petani Jagaraga dengan hasil menggembirakan.
Salah satu petani, Putu Widianya, mengaku hasil panennya meningkat hingga 25 persen.
“Pertumbuhannya bagus, buahnya lebih lebat, dan biaya produksi turun karena tidak lagi beli pupuk anorganik. Sangat membantu kami para petani,” ujarnya.
Perbekel Jagaraga, Nyoman Parta, menilai inovasi ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi desa.
Ia berencana memperluas uji coba dan mengembangkan produksi pupuk serta pestisida nabati ini melalui BUMDesa.
“Bahan bakunya melimpah di desa kami. Ini bisa jadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” katanya.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha, Prof. I Gusti Agung Lanang Parwata menyebut, program ini sebagai bentuk nyata dari konsep Kampus Berdampak yang diusung Undiksha.
“Undiksha milik masyarakat. Inovasi seperti ini bukti bahwa ilmu pengetahuan bisa langsung menjawab persoalan petani. Inilah Diktisaintek Berdampak, riset yang menyentuh akar masalah,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya