Ia menilai, guru bukan sekadar pengajar di ruang kelas, melainkan pilar utama dalam membangun karakter dan ilmu pengetahuan generasi muda.
“Guru adalah profesi yang mulia, bukan pekerjaan rendahan yang bisa diperlakukan tanpa mempertimbangkan fungsi dan tanggung jawabnya,” tegas Nuzulul, Selasa (22/10/2025).
Menurutnya, guru memiliki peran strategis bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga mendampingi perkembangan psikologis dan sosial siswa.
Interaksi antara guru dan peserta didik, kata Nuzulul, seharusnya dibangun dengan keterbukaan, dukungan, dan empati agar tumbuh kembang anak berlangsung optimal.
“Setiap tindakan penindasan terhadap guru, sekecil apa pun, akan mencederai dunia pendidikan dan menurunkan motivasi para pendidik,” ujar pria yang juga mahasiswa pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta itu.
Ia menambahkan, pelecehan atau tekanan terhadap guru dapat berdampak panjang terhadap sistem pendidikan, terutama pada kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa.
Karena itu, ia menilai peran konseling sekolah sangat penting dalam memperkuat relasi antara guru dan siswa, sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan dengan pendekatan yang sehat dan manusiawi.
Dalam konteks penegakan disiplin, Nuzulul menegaskan bahwa guru tetap perlu bijak dalam menegur siswa.
“Guru yang bijak akan mengedepankan komunikasi positif, bukan menciptakan trauma atau rasa takut yang menghambat perkembangan psikologis anak,” ujarnya.
Meski demikian, ia juga menilai pentingnya akuntabilitas bagi tenaga pendidik. “
Jika ada guru yang melakukan kesalahan dalam mendidik, tetap harus ditindak. Karena mempertahankan guru bermasalah juga dapat berdampak buruk bagi siswa dan lingkungan sekolah,” tegasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya