Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bupati Sutjidra Sidak Perbaikan Sekolah, Tekankan Kualitas dan Kecepatan Pekerjaan

Eka Prasetya • Rabu, 29 Oktober 2025 | 17:36 WIB

 

SIDAK: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra (baju adat) saat melakukan sidak rehab kelas di SDN 2 Liligundi.
SIDAK: Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra (baju adat) saat melakukan sidak rehab kelas di SDN 2 Liligundi.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, turun langsung meninjau proyek rehabilitasi sekolah di sejumlah titik pada Selasa (28/10/2025). 

Sebanyak dua unit sekolah menjadi sasaran. Yyakni SMPN 1 Sukasada di Kelurahan Sukasada dan SDN 2 Liligundi di Kecamatan Buleleng.

Di SMPN 1 Sukasada, Sutjidra meninjau pembangunan toilet baru yang masih dalam proses pengerjaan. Adapun jumlah toilet di sekolah tersebut masih jau dari kata ideal.

Sementara di SDN 2 Liligundi, Sutjidra melihat langsung perbaikan ruang kelas. Akibat perbaikan ruang kelas, sebagian siswa harus mengikuti pembelajaran daring, karena keterbatasan ruang belajar yang bisa digunakan.

Sutjidra meminta kualitas pengerjaan proyek tetap diperhatikan meski dilakukan secara swakelola. Ia berharap komite sekolah dan para orang tua turut berperan aktif dalam pengawasan agar hasilnya maksimal.

“Karena ini dikerjakan secara swakelola, kualitasnya harus tetap dijaga. Saya minta komite sekolah dan orang tua ikut mengawasi, karena pembangunan ini juga untuk anak-anak kita,” ujarnya.

Sutjidra juga meminta pelaksana proyek mempercepat proses pengerjaan agar tidak terganggu cuaca. 

Ia menegaskan bahwa pekerjaan di bagian atap harus diselesaikan sebelum puncak musim hujan tiba.

“Apalagi pekerjaan dominannya di atap. Mumpung cuaca masih mendukung, saya minta dipercepat supaya tidak terkendala hujan,” tambahnya.

Saat ini terdapat 59 sekolah di seluruh kecamatan Buleleng yang mendapatkan program rehabilitasi dari pemerintah pusat. 

Total dana yang dikucurkan mencapai Rp 40,8 miliar, seluruhnya dikerjakan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

Secara rinci, dana terbesar dialokasikan untuk sekolah dasar (SD) sebesar Rp 29,2 miliar, mencakup pembangunan ruang administrasi, perpustakaan, UKS, serta rehabilitasi ruang kelas. 

Disusul SMP sebesar Rp 9,7 miliar, dan TK sebesar Rp 1,86 miliar. Fokus utama program ini adalah perbaikan fasilitas dasar, terutama toilet dan atap sekolah yang rusak.

Kepala SDN 2 Liligundi, Desak Made Sri Artini membenarkan kondisi ruang kelas di sekolahnya memang sudah memprihatinkan. 

Beberapa atap bocor dan lapuk, sehingga kegiatan belajar harus diatur bergantian.

“Sekarang kami hanya bisa gunakan ruang guru dan perpustakaan. Kelas 1 dan 2 belajar di ruang guru, sedangkan kelas 3–4 dan 5–6 bergantian antara luring dan daring,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sukasada, Ni Ketut Liesvi Isnawan Tini, menyebut sekolahnya mendapat tambahan empat bilik toilet baru, meski jumlahnya masih belum ideal.

“Dengan tambahan itu, total ada 14 bilik. Idealnya minimal 35 bilik, tapi kami masih terkendala lahan. Kami akan usulkan bertahap,” ungkapnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#proyek #daring #komite sekolah #pemerintah pusat #orang tua #swakelola #bupati #Nyoman Sutjidra #ruang kelas #sukasada #toilet #sekolah #buleleng #rehabilitasi sekolah #siswa