RadarBuleleng.id - Presiden Prabowo Subianto meresmikan peluncuran Program Digitalisasi Pembelajaran 2025 dengan distribusi lebih dari 215 ribu perangkat digital ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Peluncuran dilakukan di SMP Negeri 4 Kota Bekasi dan diikuti secara daring oleh 1.337 sekolah dari 38 provinsi.
Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa digitalisasi pendidikan harus membuka akses yang sama bagi semua anak di Indonesia, tanpa terkecuali.
“Kita ingin semua siswa bisa belajar lebih baik, lebih semangat, lebih cepat, dan bisa mengakses semua ilmu yang mereka butuhkan,” ujarnya.
Sejauh ini, pemerintah mencatat 215.572 perangkat telah disiapkan untuk kebutuhan pembelajaran digital.
Dari jumlah tersebut, 172.550 perangkat sudah tiba di sekolah, sementara 43.022 unit tengah dalam perjalanan menuju berbagai daerah.
Pemerintah menargetkan seluruh perangkat dapat terdistribusi maksimal pada Desember 2025.
Perangkat yang dibagikan meliputi Interactive Flat Panel (IFP) atau smartboard, laptop, media penyimpanan konten, internet satelit, hingga panel surya untuk daerah dengan keterbatasan listrik.
Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi Inpres Nomor 7 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 79 Tahun 2025 yang mengatur percepatan pembangunan dan digitalisasi sekolah.
Presiden Prabowo sempat meninjau demo penggunaan IFP di ruang kelas. Ia menilai teknologi tersebut mampu meningkatkan interaksi dan kreativitas dalam proses pembelajaran.
“Digitalisasi bukan hanya soal perangkat, tetapi membangun ekosistem belajar yang kreatif, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ucapnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa pemantauan awal terhadap sekolah-sekolah yang telah menerima perangkat menunjukkan adanya perubahan positif.
“Kami melihat ada peningkatan cara belajar dan capaian pembelajaran di sekolah yang telah menggunakan IFP,” kata Mu’ti.
Abdul Mu’ti juga menambahkan bahwa pemerintah juga menyiapkan studio pusat di Jakarta agar guru dari berbagai daerah dapat mengajar atau mengakses modul digital secara gratis.
Selain pengadaan perangkat, pemerintah menekankan pentingnya pelatihan guru.
Melalui platform Rumah Pendidikan, tenaga pendidik akan menerima pelatihan dan akses ke ribuan modul pembelajaran digital yang dapat digunakan langsung di kelas.
Distribusi perangkat ke daerah terpencil juga menjadi prioritas. Pemerintah juga menyiapkan panel surya dan internet satelit untuk memastikan sekolah di wilayah minim jaringan tetap bisa menerima manfaat digitalisasi.
“Kami ingin tidak ada lagi kesenjangan akses pendidikan. Semua anak berhak atas metode belajar modern,” kata Prabowo. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya