SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Langkah digitalisasi terus digencarkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng.
Salah satu terobosan terbarunya adalah SIPRABU atau Sistem Informasi Sarana Prasarana SMP Buleleng.
Sesuai namanya, sistem ini dirancang khusus untuk mendata, memantau, dan mempermudah pengajuan kebutuhan sarana-prasarana Sekolah Menengah Pertama di Buleleng.
Inovasi tersebut lahir dari tangan dingin Luh Putu Dian Partina, Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMP Disdikpora Buleleng.
Bersama timnya, ia menciptakan sistem berbasis digital guna menjawab persoalan klasik terkait sarana dan prasarana (sarpras).
Selama ini, pengelolaan data sarpras yang masih manual dan tidak merata antar sekolah.
“Latar belakang munculnya inovasi ini adalah data kebutuhan dan mekanisme pengajuan sarpras yang belum terkelola dengan baik, serta adanya ketimpangan fasilitas SMP di Buleleng,” ujar Dian Partina.
Ia menuturkan, selama ini pimpinan dinas kerap kesulitan mengambil keputusan karena data yang tersedia tidak tertata.
Di sisi lain, pemahaman sumber daya manusia (SDM) di sekolah dan dinas terkait juga masih terbatas, terutama dalam menganalisis kebutuhan serta membuat SOP pengajuan sarpras.
Dari situ, SIPRABU lahir sebagai solusi. Sistem tersebut memungkinkan sekolah untuk menyampaikan kebutuhan sarpras secara cepat, transparan, dan akuntabel melalui formulir digital.
Setiap SMP, baik negeri maupun swasta, mendapatkan satu akun resmi untuk login ke dalam sistem, memasukkan data fasilitas yang dimiliki, sekaligus mengajukan kebutuhan tambahan.
“SIPRABU menggunakan formulir digital sebagai dasar yang kuat dalam perencanaan pengadaan, penganggaran, dan pengambilan kebijakan sarana prasarana SMP di Buleleng,” jelasnya.
Dibantu tim yang ditetapkan melalui SK Kepala Disdikpora Buleleng dan dimentori oleh Kabid Pembinaan SMP Putu Primasuta, pengembangan sistem tersebut rampung hanya dalam waktu dua bulan, sejak awal September lalu.
Melalui SIPRABU, Disdikpora Buleleng kini dapat menampilkan infografis kondisi sarpras setiap sekolah hingga tingkat kecamatan.
Tercatat ada 71 SMP negeri dan swasta yang tersebar di sembilan kecamatan di Buleleng.
Data tersebut menjadi acuan penting bagi pemegang kebijakan untuk mempercepat proses perencanaan dan penganggaran secara tepat sasaran.
“Dengan data ini, pimpinan dapat lebih cepat mengambil keputusan, terutama dalam penganggaran, sehingga ke depan ada ketuntasan dalam ketersediaan sarpras,” tambah Dian Partina.
Saat ini, SIPRABU sudah disosialisasikan ke seluruh sekolah. Mereka diberi waktu hingga Selasa (12/11/2025) untuk mengisi data awal.
Sistem tersebut wajib digunakan oleh seluruh SMP, agar Disdikpora memiliki basis data kuat saat menangani persoalan fasilitas pendidikan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya