Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra melakukan kunjungan kerja sekaligus melakukan pengecekan pembangunan di Kecamatan Tejakula. Salah satu fokusnya terkait bangunan sekolah. Seperti apa?
Suasana pagi di Desa Les, Kecamatan Tejakula, Senin (8/12), terasa berbeda. Senyum para siswa menyambut kedatangan rombongan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Di balik senyum itu, ada cerita panjang tentang perjuangan sekolah yang hampir 10 tahun berdiri, namun masih serba terbatas.
Kemairn, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna dan Sekda Buleleng, Gede Suyasa turun langsung meninjau kondisi SDN 4 Sembiran dan SMP Negeri 6 Tejakula. Begitu memasuki halaman SMPN 6, Sutjidra dibuat kaget.
“Ini betul-betul kejutan,” katanya sambil memeriksa ruang belajar yang ditempati hampir 300 siswa.
“Saya baru tahu sekolah ini hanya punya tiga ruang kelas. Bahkan laboratoriumnya dipakai juga jadi ruang guru.”
Kunjungan itu menjadi titik balik. Di lokasi, Sutjidra langsung memutuskan langkah strategis: revitalisasi total sekolah akan dimulai bertahap dan dirampungkan tahun 2027.
Sejak berdiri pada tahun 2016, SMPN 6 Tejakula tumbuh dari dukungan masyarakat Desa Les. Bahkan tanah tempat sekolah berdiri adalah hasil swadaya warga. Namun pemenuhan fasilitas tidak sejalan dengan banyaknya jumlah siswa.
Hingga tahun pelajaran 2025/2026, sekolah hanya memiliki lima ruang kelas. Terdiri dari tiga ruang awal ditambah dua ruang yang baru dibangun tahun ini melalui Dana Alokasi Khusus senilai Rp 600 juta.
Baca Juga: Efek Efisiensi Anggaran, Pemkab Buleleng Berencana Pangkas Tunjangan Pegawai
Dengan total 326 orang siswa dan 11 rombongan belajar, sekolah terpaksa menerapkan pembelajaran double shift. Bahkan sebagian siswa masih menumpang ruang kelas di SDN 3 Les.
Waka Kurikulum Nyoman Kartika Awan menyebut kondisi itu menjadi tantangan besar. “Idealnya kami punya sebelas ruang kelas agar semua siswa bisa belajar pagi dan di satu lokasi,” ujarnya.
Mendengar pemaparan sekolah, Bupati Sutjidra tidak ingin menunggu lama. Tahun depan, pembangunan lanjutan mulai diprogramkan. Ia menargetkan pada tahun 2027 ada 4 ruang kelas baru, 3 unit toilet putra dan putri, satu unit wantilan, dan perangkat gamelan. Semuanya akan dibiayai lewat APBD Buleleng.
“Anak-anak di sini punya potensi seni luar biasa. Jadi fasilitas wantilan itu wajib. Belajar bukan hanya di kelas, tapi juga di ruang terbuka untuk berekspresi,” ujarnya.
Selain SMPN 6, Bupati juga meninjau SDN 4 Sembiran yang berada di batas wilayah antara Kabupaten Buleleng dengan Kabupaten Bangli. Kondisinya kini sudah mulai direvitalisasi, tinggal penyempurnaan lingkungan dan fasilitas pendukung.
“Itu juga komitmen kami,” tegas Sutjidra. “Anak-anak harus merasa aman, nyaman, dan bangga bersekolah meski berada di wilayah perbatasan.”
Menurutnya, pembangunan pendidikan tidak boleh tersentral di kota. Pemerataan adalah kunci menciptakan kualitas generasi Buleleng yang setara dari pesisir hingga pegunungan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya