SUKASADA, RadarBuleleng.id - Aktivitas belajar mengajar di SDN 2 Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, terganggu akibat kerusakan atap dan plafon sekolah yang diserang kawanan monyet.
Sedikitnya tiga ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah setelah dijadikan sarang oleh puluhan monyet yang masuk melalui atap bangunan.
Kepala SDN 2 Wanagiri, I Gede Suardana mengungkapkan, gangguan monyet di lingkungan sekolah sebenarnya sudah terjadi sejak sekitar lima tahun lalu.
Namun, dalam enam bulan terakhir kondisinya semakin parah karena monyet mulai masuk ke dalam bangunan dan bersarang di plafon ruang kelas.
“Waktu ini di bulan November sudah ada perbaikan, tapi kembali dirusak, kejadian parahnya sekitar 6 bulan lalu, sudah sempat diperbaiki melalui dana BOSP,” ujar Suardana saat dihubungi pada Minggu (18/1/2026).
Ia menjelaskan, kerusakan bermula dari atap salah satu kelas yang rusak, sehingga menjadi celah bagi monyet untuk masuk.
Dari sana, kawanan monyet menjalar ke dalam plafon dan merusak bagian dalam. Bahkan kini monyet bersarang di dalam plafon ruang kelas.
“Monyet itu masuk plafon, kami langsung ajukan perbaikan ke dinas. Setelah selesai perbaikan kembali lagi seperti itu. Ruang kelas 4, 5, 6 semua dijadikan sarang monyet. Masuknya bermula dari atap kelas yang rusak,” katanya.
Akibatnya, hampir seluruh plafon di ruang kelas tersebut jebol. Meski demikian, proses pembelajaran di SDN 2 Wanagiri masih tetap berjalan normal.
Menurut Suardana, monyet biasanya keluar saat sekolah ramai oleh siswa. “Karena begitu ramai di sekolah ada anak-anak, monyetnya keluar. Nanti begitu anak-anak pulang, sorenya sudah kembali monyetnya sampai pagi di sana,” ungkapnya.
Hingga kini, belum ada laporan monyet menyerang siswa. Namun pihak sekolah tetap waspada.
Guru dan staf sekolah bahkan menyiapkan alat sederhana untuk mengusir monyet jika turun ke area sekolah.
“Sementara belum ada kejadian monyet menyerang siswa. Cuma kami kan selalu siapkan ketapel kalau ada sampai turun, kami usir pakai itu. Waktu ini ada seperti perang di sana. Ada kurang lebih 75 ekor masuk,” jelasnya.
Saat ini kondisi atap sekolah masih rusak dan pihak sekolah berencana mencari tukang untuk melakukan perbaikan darurat, terutama pada bagian atap. Pihak sekolah juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada kepala desa setempat.
“Kami sudah sampaikan kepada kepala desa, karena kondisi kantor perbekel juga sama diserang monyet. Kalau ke BKSDA kami belum lapor,” pungkas Suardana.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, pihak sekolah bersama komite sebenarnya sudah pernah berupaya menguris monyet tersebut. Namun makin lama jumlah monyet semakin banyak.
"Sementara pembelajaran tatap muka masih memungkinkan. Karena monyet hanya muncul saat sekolah sepi," kata Surya Bharata.
Pihaknya pun akan segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (KSDA) Bali. Sehingga kawanan monyet bisa diusir menjauh dari area sekolah.
"Kami akan koordinasikan juga dengan Balai KSDA. Karena khawatirnya nanti monyet justru menyerang siswa," demikian Surya Bharata. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya