SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Program revitalisasi sekolah yang digulirkan pemerintah pusat dipastikan terus berlanjut.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti menegaskan, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian dari komitmen besar Presiden dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri penandatanganan prasasti revitalisasi sekolah di Buleleng. Seremoni penandatanganan dilakukan di SMKN 3 Singaraja, Jumat (13/2/2026).
Dalam sambutannya, Abdul menekankan, program revitalisasi sekolah bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah awal penguatan kualitas pendidikan nasional.
“Ini bukan akhir, tapi bagian awal dari komitmen Bapak Presiden dalam Asta Cita keempat, yaitu membangun SDM yang unggul dan berkualitas,” ujarnya.
Pada 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 16,9 triliun untuk merevitalisasi 16.160 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, lebih dari 95 persen proyek telah rampung 100 persen.
“Yang belum selesai itu karena faktor teknis, ada kontrak yang baru dimulai Desember, ada juga yang terkendala cuaca. Tapi semuanya berkomitmen tuntas akhir Februari ini,” jelasnya.
Tak berhenti di situ, pada 2026 pemerintah kembali menganggarkan revitalisasi untuk 11.470 satuan pendidikan melalui APBN. Bahkan, pemerintah juga tengah mengajukan tambahan revitalisasi untuk 60 ribu sekolah melalui pembahasan bersama Komisi X DPR RI.
“Pertengahan bulan ini kami akan rapat dengan DPR RI. Mudah-mudahan disetujui, sehingga tahun ini lebih banyak lagi sekolah yang mendapat revitalisasi,” tegasnya.
Sementara itu, Sekda Buleleng, Gede Suyasa saat membacakan sambutan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyatakan, kehadiran menteri bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi suntikan semangat bagi daerah yang tengah berjuang meningkatkan kualitas pendidikan.
Pemkab Buleleng mengakui keterbatasan APBD membuat perbaikan infrastruktur sekolah tidak bisa diselesaikan dalam satu periode kepemimpinan. Karena itu, sinergi dengan pemerintah pusat menjadi kunci.
“Kami sadar gedung hanya cangkang. Tapi dengan fasilitas yang lebih nyaman, ekosistem pembelajaran akan tumbuh dan berpihak pada siswa,” ujarnya.
Pemkab Buleleng berharap dukungan APBN dapat terus mengalir, mengingat masih banyak sekolah yang belum tersentuh revitalisasi.
Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, program ini juga dinilai berdampak pada pergerakan ekonomi daerah.
Dengan komitmen lanjutan dari pemerintah pusat, revitalisasi sekolah diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi siswa di Buleleng.
Asal tahu saja, pada tahun 2025 lalu ada 64 unit sekolah di Kabupaten Buleleng yang mendapat bantuan revitalisasi sekolah. Bantuan itu menyasar sekolah dari jenjang PAUD hingga SMK.
Di jenjang PAUD ada 8 sekolah yang mendapat bantuan dengan nilai Rp 1,8 miliar. Sementara di jenjang SD ada 37 sekolah dengan bantuan sebanyak Rp 29,06 miliar.
Khusus di tingkat SMP sebanyak 14 unit sekolah menerima bantuan dengan nilai bantuan sebanyak Rp 29,06 miliar.
Sedangkan di jenjang SMA ada 4 sekolah dengan nilai bantuan Rp 2,12 miliar, sementara jenjang SMK ada 1 sekolah yang mendapat bantuan dengan nilai Rp 4,71 miliar. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya