Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

SDN 2 Pengulon Buleleng Terendam Banjir, Buku Perpustakaan Rusak. Siswa Terpaksa Belajar dari Rumah

Eka Prasetya • Kamis, 26 Februari 2026 | 09:41 WIB

 

BERLUMPUR: Kondisi di halaman SDN 2 Pengulon, Kabupaten Buleleng, Bali. Sekolah itu sempat terendam banjir setinggi lutut orang dewasa pada Rabu (25/2/2026) sore.
BERLUMPUR: Kondisi di halaman SDN 2 Pengulon, Kabupaten Buleleng, Bali. Sekolah itu sempat terendam banjir setinggi lutut orang dewasa pada Rabu (25/2/2026) sore.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Rabu (25/2/2026) sore, memicu banjir hingga merendam lingkungan SDN 2 Pengulon. 

Air menggenangi halaman sekolah. Bahkan air sempat masuk ke ruang kelas dan ruang perkantoran.

Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Gerokgak, Putu Sudarma menjelaskan, hujan mulai turun sekitar pukul 14.30 WITA. 

Intensitasnya terus meningkat hingga mencapai puncak sekitar pukul 16.45 WITA. Sekitar pukul 16.30 WITA, air dilaporkan mulai naik dan merendam area sekolah.

“Buku perpustakaan dan buku pembelajaran kena air. Halaman sekolah juga licin karena berlumpur. Tidak ada kerugian lain. Karena yang terendam hanya beberapa buku yang tersimpan di kelas,” jelas Sudarma saat dihubungi pada Kamis (26/2/2026) pagi.

Menurut dia, ketinggian air di halaman sekolah mencapai selutut orang dewasa. Sementara genangan yang masuk ke ruang kelas berkisar antara 5 hingga 10 sentimeter.  Beruntung, air berangsur surut pada Rabu malam, sekitar pukul 21.00 WITA.

Sudarma menambahkan, secara umum tidak ada kerusakan berat pada bangunan sekolah. 

Hanya sebagian buku yang terdampak air. Dokumen-dokumen penting sekolah berhasil diamankan sehingga tidak mengalami kerusakan berarti.

Sebagai langkah antisipasi, proses pembelajaran untuk sementara waktu dialihkan. Untuk Kamis (26/2/2026), siswa kelas 1 hingga kelas 3 diminta belajar dari rumah. 

Sementara siswa kelas 4 hingga kelas 6 dimobilisasi untuk membantu membersihkan lumpur yang menutupi halaman sekolah.

Ia mengakui, lokasi sekolah yang berada lebih rendah dari permukaan jalan membuatnya rawan tergenang saat curah hujan tinggi. 

Selain itu, saluran air di depan sekolah berukuran kecil sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan lebat.

“Kalau curah hujan tinggi memang air itu potensial naik. Karena posisi sekolah di bawah jalan. Selokan di depan kecil,” ungkapnya.

Dibandingkan sekolah lain di wilayah Kecamatan Gerokgak, kondisi terparah memang terjadi di SDN 2 Pengulon. 

Beberapa sekolah lain sempat mengalami genangan di halaman, namun air tidak sampai masuk ke ruang kelas.

Pihak koordinator wilayah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng serta kepala sekolah terkait kelanjutan proses belajar mengajar. 

Untuk sementara, pembelajaran tetap dilakukan secara daring hingga kondisi benar-benar normal dan lingkungan sekolah dinyatakan aman digunakan kembali.

“Kalau sudah membaik dan kembali normal, bisa belajar lagi,” tandasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#halaman sekolah #bali #gerokgak #air #SDN 2 Pengulon #pendidikan #ruang kelas #hujan #sekolah #Pengulon #banjir #buleleng #siswa