SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pemkab Buleleng berencana merehabilitasi SD Negeri 5 Banjar yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu.
Sekolah yang berada di dekat aliran Tukad Mendaum itu diusulkan masuk dalam program penanganan pascabencana.
Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng Gede Suyasa mengatakan, perbaikan fasilitas yang bersifat permanen tidak dapat dibiayai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT). Anggaran tersebut hanya diperuntukkan bagi penanganan darurat saat bencana terjadi.
Karena itu, perbaikan SDN 5 Banjar akan dimasukkan dalam program pembangunan daerah setelah proses pendataan kerusakan rampung.
Suyasa mengungkapkan, pihaknya telah mengusulkan rencana rehabilitasi sekolah tersebut kepada Bupati Buleleng. Usulan itu bahkan sudah mendapat persetujuan.
Konsep penataan ulang sekolah juga tengah disiapkan agar lebih aman dari potensi banjir di masa mendatang.
“Saya usulkan sekolah ini. Karena delapan tahun lalu sekolah ini juga pernah kebanjiran. Kami sudah usulkan ke Pak Bupati dan beliau sudah setuju,” jelasnya.
Dalam rencana tersebut, ruang kelas akan dipindahkan ke lantai dua agar lebih aman dari genangan. Sementara area yang berada di bagian bawah akan ditata ulang menjadi halaman sekolah.
“Yang di atas lebih aman, dijadikan lantai dua. Kalau yang di bawah dijadikan halaman, kemudian ditinggikan posisinya. Bisa jadi lapangan untuk apel,” katanya.
Sementara itu, pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendataan terhadap berbagai kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir bandang di Desa Banjar.
Sebelumnya, banjir bandang yang terjadi pada Jumat (6/3/2026) merendam SDN 5 Banjar dengan lumpur setinggi lutut orang dewasa. Lumpur tebal yang terbawa arus membuat sejumlah ruang kelas tidak dapat digunakan.
Beberapa ruang yang terdampak langsung di antaranya kelas 3, kelas 4, kelas 6, serta ruang perpustakaan. Sementara ruang kelas di bagian atas seperti kelas 1, kelas 2, kelas 5, dan ruang guru relatif aman dari genangan.
Akibat kondisi tersebut, proses belajar mengajar untuk sementara dialihkan secara daring sambil menunggu proses pembersihan selesai.
Selain fokus pada penanganan kerusakan, Pemkab Buleleng juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir bandang tetap terpenuhi.
Suyasa menyebutkan, pemerintah daerah masih memiliki cadangan pangan yang cukup untuk membantu masyarakat.
“Cadangan pangan itu ada 17 ton. Hari ini sudah disalurkan 8 ton untuk 437 kepala keluarga yang terdampak. Kalau berikutnya masih diperlukan, masih ada sisa 9 ton,” ujarnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya