RadarBuleleng.id - Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa (UHN Sugriwa) menggelar Dialog Kerukunan Umat Beragama sekaligus meresmikan Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) di Auditorium Giri Prasta, kampus pusat Bangli, Senin (23/3/2026).
Peresmian tersebut dihadiri langsung Menteri Agama, Prof. K.H. Nasaruddin Umar, yang sekaligus memberikan pembinaan kepada pegawai.
Kedatangannya disambut Rektor UHN Sugriwa, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, bersama jajaran Kementerian Agama, tokoh lintas agama, dan civitas akademika.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Agama yang dinilai menjadi momentum penting bagi penguatan institusi.
Sudiana menjelaskan, kini UHN Sugriwa memiliki dua kampus di Bangli dan Denpasar dengan total 25 program studi. Sebanyak 11 diantaranya telah terakreditasi unggul.
Selain itu, kampus juga tengah memproses pembukaan Fakultas Kedokteran beserta program studi terkait.
Didukung 246 tenaga pendidik dan 104 tenaga kependidikan, termasuk 19 guru besar, UHN Sugriwa terus mendorong peningkatan kualitas akademik menuju target World Class University (WCU).
Sejumlah dukungan sarana juga terus mengalir, mulai dari pembangunan gedung, hibah lahan, hingga bantuan fasilitas penunjang pendidikan.
Sudiana juga menegaskan komitmen kampus dalam menjalankan program prioritas Kementerian Agama, termasuk pelestarian lingkungan dan satwa langka.
Program ini diwujudkan melalui penanaman pohon hingga pelepasan satwa seperti rusa, merak, dan jalak Bali bekerja sama dengan BKSDA.
Sementara itu, Menteri Agama, Prof. K.H. Nasaruddin Umar menyambut positif peresmian Fakultas Saintek di UHN Sugriwa.
Ia menegaskan bahwa kehadiran fakultas tersebut bukan sekadar penambahan program studi, melainkan langkah strategis untuk menyatukan ilmu agama dan sains.
"Peresmian Fakultas Saintek di Universitas Hindu Negeri ini bukanlah sekadar menambah jumlah gedung atau program studi. Ini adalah sebuah pernyataan ideologis dan intelektual. Kita ingin menghapus stigma lama bahwa agama dan sains adalah dua kutub yang saling menjauh," ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya membangun sinergi antara spiritualitas dan perkembangan teknologi, termasuk dalam menjawab tantangan era digital dan kecerdasan buatan (AI).
"Kita tidak butuh ilmuwan yang hanya cerdas secara digital tapi kering secara spiritual. Kita butuh sarjana yang mampu menciptakan inovasi teknologi untuk kemaslahatan umat, dengan tetap memegang teguh prinsip Tri Hita Karana," tegasnya.
Menurutnya, UHN Sugriwa memiliki peran strategis dalam menghadirkan konsep “sains yang berketuhanan”, termasuk dalam pemanfaatan teknologi untuk pelestarian budaya dan lingkungan di Bali.
Selain itu, Menag juga mengingatkan pentingnya penerapan moderasi beragama di kalangan ASN Kementerian Agama, dengan menekankan empat pilar utama yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama secara resmi meresmikan Fakultas Saintek yang ditandai dengan penandatanganan prasasti. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon dan peninjauan area kampus. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya