Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bentengi Siswa Sejak Dini, Buleleng Luncurkan Kurikulum Anti Narkoba

Francelino Junior • Kamis, 23 April 2026 | 08:21 WIB
ANTI NARKOBA: Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata (tengah) dan Kepala BNNK Buleleng, Yudha Marianto (kanan) menandatangani kerjasama penerapan kurikulum anti narkoba di sekolah. (BNNK Buleleng)
ANTI NARKOBA: Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata (tengah) dan Kepala BNNK Buleleng, Yudha Marianto (kanan) menandatangani kerjasama penerapan kurikulum anti narkoba di sekolah. (BNNK Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar terus diperkuat. 

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) resmi meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN), Rabu (22/4/2026).

Peluncuran yang digelar di SMP Negeri 3 Banjar ini dihadiri kepala SMP negeri dan swasta se-Buleleng, koordinator pengawas, serta sejumlah undangan terkait. 

Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjalankan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di lingkungan pendidikan.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menegaskan ancaman narkoba kini semakin serius karena telah menyasar generasi muda, bahkan sejak usia sekolah menengah pertama.

Ia menjelaskan, sekolah tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menuntut ilmu akademik, tetapi juga menjadi benteng utama dalam melindungi generasi muda dari bahaya laten narkoba. Disdikpora pun menyambut positif integrasi kurikulum P4GN sebagai langkah strategis.

Menurutnya, kurikulum anti narkoba ini tidak akan menjadi beban tambahan bagi siswa. 

“Materinya akan diintegrasikan ke dalam sejumlah mata pelajaran, terutama pendidikan karakter, pendidikan agama, dan pendidikan olahraga,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan siswa memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak narkoba, baik terhadap kesehatan fisik maupun psikis, sekaligus menanamkan sikap tegas untuk menolak penyalahgunaan.

Sementara itu, Kepala BNNK Buleleng, Komang Yudha Murdianto, menekankan pentingnya Bali sebagai daerah percontohan dalam upaya pencegahan narkoba.

Ia menyebut, posisi Bali sebagai tolok ukur nasional menuntut adanya langkah konkret dalam menjaga generasi muda dari ancaman narkotika. 

Karena itu, program pencegahan harus dimulai sejak usia dini melalui pendidikan.

Menurutnya, pembentukan karakter anti narkoba sejak anak-anak menjadi kunci utama untuk mencegah peredaran dan penyalahgunaan di masa depan.

“Oleh karena itu kami menyasar anak-anak. Sehingga terbentuk karakter yang anti narkoba,” tegasnya.

Dengan diluncurkannya IKAN, seluruh satuan pendidikan di Buleleng diharapkan dapat mengimplementasikan pendidikan anti narkoba secara berkelanjutan. 

Program ini juga ditargetkan menjadi bagian dari Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) berbasis P4GN. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#pelajar #narkoba #sekolah #buleleng #kurikulum