Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Museum Masuk Sekolah, Gedong Kirtya Jemput Bola Kenalkan Warisan Lontar ke Siswa

Eka Prasetya • Senin, 27 April 2026 | 13:13 WIB
MEMBACA LONTAR: Agenda Museum Masuk Sekolah yang digelar oleh Museum Lontar Gedong Kirtya. Program tersebut menjadi ajang mengenalkan museum kepada siswa. (Pemkab Buleleng)
MEMBACA LONTAR: Agenda Museum Masuk Sekolah yang digelar oleh Museum Lontar Gedong Kirtya. Program tersebut menjadi ajang mengenalkan museum kepada siswa. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – UPTD Museum Lontar Gedong Kirtya, Buleleng, kembali menggelar program “Museum Masuk Sekolah” sebagai upaya mendekatkan warisan budaya kepada generasi muda. 

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua pekan, mulai 13 hingga 27 April 2026, dengan menyasar sekolah dasar di seluruh kecamatan di Kabupaten Buleleng.

Kepala Museum Lontar Gedong Kirtya, Dewa Ayu Putu Susilawati, mengatakan program tersebut  rutin dilaksanakan setiap tahun. Dalam pelaksanaannya, tim museum mendatangi dua SD di setiap kecamatan.

“Kegiatan ini kami lakukan tiap tahun. Targetnya sederhana, yaitu publikasi keberadaan Gedong Kirtya. Supaya makin banyak masyarakat Buleleng yang tahu keberadaan museum ini,” ujarnya.

Melalui program ini, pihaknya ingin menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap museum, sekaligus mendorong mereka untuk datang langsung dan mengenal lebih dalam koleksi lontar.

Selama ini, Museum Lontar Gedong Kirtya dikenal sebagai satu-satunya museum di Indonesia yang fokus pada koleksi manuskrip lontar. 

Namun ironisnya, minat kunjungan justru lebih banyak datang dari wisatawan mancanegara dibandingkan masyarakat lokal.

“Gedong Kirtya itu banyak dilirik wisatawan luar negeri, tapi masyarakat lokal masih kurang. Ini yang terus kami dorong agar berubah,” jelas Susilawati.

Dalam kegiatan Museum Masuk Sekolah, tim tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung bagi siswa. 

Berbagai aktivitas interaktif disiapkan, mulai dari praktik menyurat aksara pada lontar, membaca aksara Bali, hingga mekidung.

“Kami bawa alat-alat praktik menyurat lontar ke sekolah. Kami juga bawa lontar, seperti lontar Tantri, supaya anak-anak tahu bentuknya seperti apa dan isinya tentang apa,” katanya.

Agar lebih menarik, kegiatan juga dikemas dengan permainan edukatif (games) sehingga siswa tidak hanya belajar, tetapi juga terhibur.

Program ini pun mendapat respons positif. Sejumlah sekolah yang telah dikunjungi bahkan melanjutkan dengan kunjungan langsung ke Gedong Kirtya.

“Kami bersyukur feedback-nya bagus. Beberapa sekolah yang kami datangi akhirnya datang ke museum. Setidaknya dalam sebulan sekali ada sekolah di Buleleng yang berkunjung,” ungkapnya.

Melalui program ini, Gedong Kirtya berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal, mencintai, dan ikut melestarikan warisan budaya lontar sebagai bagian penting dari identitas Bali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#museum #museum lontar #gedong kirtya #lontar #buleleng