Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kementerian Dikti Berencana Tutup Prodi Uzur, Unud Pilih Tidak Gegabah

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 2 Mei 2026 | 06:51 WIB
Rektorat Universitas Udayana
Rektorat Universitas Udayana

 

RadarBuleleng.id - Rencana Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendikti Saintek) mengevaluasi hingga menutup program studi (prodi) yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan dunia kerja menuai respons dari Universitas Udayana (Unud). 

Kampus terbesar di Bali itu menyatakan dukungan, namun mengingatkan agar kebijakan tidak diambil secara gegabah.

Kepala Unit Komunikasi Publik Unud, Dewi Pascarani, menegaskan evaluasi prodi memang perlu dilakukan secara berkala untuk menjaga kualitas pendidikan tinggi agar tetap selaras dengan perkembangan zaman.

“Wacana penataan dan evaluasi program studi oleh kementerian kami pandang perlu dilakukan secara berkala agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, serta dinamika dunia kerja,” ujarnya.

Meski demikian, Dewi menekankan bahwa langkah penghapusan atau penataan prodi harus melalui proses yang matang dan tidak bisa dilakukan secara instan. Kajian akademik yang komprehensif dinilai menjadi kunci utama dalam pengambilan keputusan.

“Proses evaluasi tentu perlu dilakukan secara hati-hati, komprehensif, dan berbasis kajian akademik yang mendalam,” tegasnya.

Menurutnya, penyesuaian prodi merupakan bagian dari tuntutan global yang tak terelakkan. 

Perguruan tinggi dituntut adaptif agar mampu mencetak lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

“Ini adalah bagian dari upaya menjaga mutu serta relevansi pendidikan tinggi agar mampu menjawab tantangan dan kebutuhan zaman yang terus berkembang,” imbuhnya.

Terkait langkah teknis, Unud mengaku masih menunggu arahan resmi dari pemerintah pusat. 

Hingga kini, belum ada kebijakan tertulis yang menjadi acuan bagi kampus untuk melakukan penyesuaian.

“Sejauh ini kami belum menerima surat edaran dan kebijakan teknis, sehingga kami masih menunggu arahan resmi dari kementerian,” jelasnya.

Dewi juga menanggapi isu prodi dengan peminat rendah. Ia menyebut beberapa prodi di Unud seperti Peternakan, Manajemen Sumber Daya Perairan, Fisika, Teknologi Industri Pertanian, dan Akuakultur memang mencatat jumlah pendaftar yang relatif sedikit tahun ini.

Namun, ia menegaskan bahwa rendahnya minat tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator untuk menilai kelayakan sebuah prodi.

“Jumlah peminat tidak selalu berkorelasi langsung dengan peluang kerja. Ada program studi yang peminatnya tidak besar, tetapi sangat dibutuhkan karena memiliki keahlian yang spesifik dan strategis,” jelasnya.

Ia juga menyoroti kondisi sebaliknya, dimana prodi populer justru menghadapi tingkat persaingan kerja yang tinggi. 

Karena itu, evaluasi prodi harus dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kebutuhan sumber daya manusia, perkembangan ilmu pengetahuan, serta kontribusi terhadap pembangunan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #kampus #prodi #UNUD #universitas udayana