Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Institut Mpu Kuturan Targetkan 850 Mahasiswa Baru. Andalkan Biaya Terjangkau

Eka Prasetya • Rabu, 6 Mei 2026 | 11:50 WIB
KAMPUS: Suasana kampus Institut Mpu Kuturan di Jalan Pulau Menjangan, Singaraja. (Institut Mpu Kuturan)
KAMPUS: Suasana kampus Institut Mpu Kuturan di Jalan Pulau Menjangan, Singaraja. (Institut Mpu Kuturan)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan membuka peluang bagi calon mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027 mendatang. 

Kampus ini menargetkan penerimaan sebanyak 850 orang mahasiswa yang akan tersebar di 18 program studi. Baik itu program sarjana, magister, dan doktor.

Rektor IAHN Mpu Kuturan, Prof. I Gede Suwindia, menyebut target tersebut realistis melihat potensi dan minat calon mahasiswa yang terus meningkat setiap tahun.

“Kami akan menerima 850 mahasiswa dari 18 prodi. Apakah kami saingan dengan Unud dan Undiksha, sebenarnya tidak. Tapi segmennya berbeda,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun terdapat irisan program studi seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), masing-masing kampus memiliki karakter dan pangsa pasar tersendiri. Dari sisi akreditasi, program tersebut sama-sama telah unggul.

Namun, Institut Mpu Kuturan memiliki keunggulan pada biaya pendidikan yang relatif lebih terjangkau. 

Hal tersebut karena besaran SPP mengikuti regulasi Kementerian Agama, sehingga tidak bisa dinaikkan secara bebas.

“Prodi PGSD misalnya. Dari sisi akreditasi Mpu Kuturan dan Undiksha sama-sama akreditasi unggul. Hanya memang untuk SPP kami ikut aturan Kemenag, kami tidak bisa serta menaikkan SPP. Jadi memang nilainya masih jauh di bawah Undiksha dan Unud. Itu saja daya jual kami,” jelasnya.

Selain faktor biaya, kampus juga terus memperkuat strategi branding untuk menarik minat calon mahasiswa. Pendekatan ini dilakukan dengan melibatkan mahasiswa sebagai ujung tombak promosi.

“Kami selalu berupaya membranding kampus. Kami branding lewat mahasiswa, melibatkan BEM, DPM, dan Himpunan Mahasiswa di prodi. Karena mereka yang punya jangkauan lebih luas di usianya,” demikian Suwindia.

Dengan strategi tersebut, Suwindia optimistis kampus Mpu Kuturan mampu menjaring mahasiswa baru sesuai target, sekaligus memperkuat eksistensi kampus di tengah persaingan pendidikan tinggi di Bali. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#kampus #mahasiswa #pendidikan #Institut Mpu Kuturan #pgsd