SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Praktisi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Buleleng, Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti sukses meraih penghargaan Inovator Pendidikan 2026 kategori Pendidikan Non-Formal dalam ajang “Apresiasi Nasional Insan Pendidikan Berdampak 2026”.
Penghargaan bergengsi tersebut diraih melalui inovasi bertajuk “Model SANJAYANTI Terintegrasi Tri Hita Karana: Menganyam Literasi dan Kecakapan Hidup untuk Akselerasi Asta Cita dan SDGs di PKBM Widya Aksara”.
Model pembelajaran itu dinilai mampu menghadirkan pendekatan pendidikan adaptif dengan memadukan penguatan literasi, kecakapan hidup, dan nilai kearifan lokal Bali berbasis Tri Hita Karana.
Ajang penghargaan nasional tersebut diselenggarakan GuruInovatif.id bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Puncak penghargaan dan talkshow inspiratif digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (8/5/2026), yang diikuti sekitar 400 peserta dan nominator dari berbagai daerah di Indonesia.
Dikonfirmasi pada Selasa (12/5/2026), Hervina mengaku penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan non-formal.
“Pendidikan non-formal memiliki peran strategis dalam membuka akses pembelajaran sepanjang hayat. Melalui model SANJAYANTI, kami berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menguatkan literasi, tetapi juga membangun kecakapan hidup dan karakter berbasis budaya lokal,” ujar Hervina.
Menurutnya, pendekatan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat menjadi kunci menciptakan sumber daya manusia yang adaptif di tengah perkembangan zaman.
“‘Kami ingin peserta didik memiliki kemampuan untuk bertahan, berkembang, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya serta harmoni kehidupan sebagaimana filosofi Tri Hita Karana,” tegasnya.
Prestasi yang diraih Hervina pun mendapat apresiasi dari kalangan pendidikan di Buleleng. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan dari daerah mampu bersaing sekaligus memberi kontribusi nyata di tingkat nasional.
Keberhasilan itu juga diharapkan mampu memotivasi satuan pendidikan, baik formal maupun non-formal, untuk terus menghadirkan terobosan pembelajaran yang kreatif, inklusif, dan berdampak luas bagi masyarakat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya