Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Cegah Putus Sekolah dan Pernikahan Dini, SMAN 2 Banjar Libatkan Desa Adat dalam Penyusunan Kurikulum

Francelino Junior • Minggu, 7 Juni 2026 | 09:18 WIB
WORKSHOP: Suasana pertemuan SMAN 2 Banjar dengan pemangku kepentingan untuk membahas program strategis di sekolah. (SMAN 2 Banjar)
WORKSHOP: Suasana pertemuan SMAN 2 Banjar dengan pemangku kepentingan untuk membahas program strategis di sekolah. (SMAN 2 Banjar)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – SMA Negeri 2 Banjar (Smandar) di Kabupaten Buleleng, Bali, terus berupaya menyesuaikan pendidikan dengan tantangan zaman. 

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Workshop Review Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung pada Kamis (4//6/2026) dan Jumat (5/6/2026), serta Jumat (12/6/2026) mendatang.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Mini dan sejumlah ruang kelas itu tidak hanya membahas pembaruan kurikulum. 

Smandar justru menghadirkan pendekatan berbeda dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, desa adat, keluarga, media massa, hingga peserta didik dalam merancang arah pendidikan sekolah ke depan.

Kepala SMAN 2 Banjar, Made Mahendra Eka Purusa, menegaskan keberhasilan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. 

Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi faktor penting untuk mewujudkan sumber daya manusia Bali yang unggul.

"Kami tidak bisa berjalan sendiri. Target kami adalah mewujudkan SDM Bali Unggul. Oleh karena itu, kurikulum kita harus hidup, adaptif, dan didukung oleh ekosistem yang kuat. Mulai dari infrastruktur, jaring pengaman sosial, hingga sinergi publikasi yang positif," tegasnya.

Salah satu pembahasan yang menjadi sorotan adalah kesejahteraan sosial dan pencegahan putus sekolah. 

Kepala desa dan bendesa adat diharapkan mengambil peran strategis untuk membantu sekolah mendeteksi lebih dini siswa yang berisiko putus sekolah.

Melalui kolaborasi dengan guru bimbingan konseling, pemerintah desa dan desa adat akan terlibat dalam penyusunan sistem peringatan. 

Sistem ini dirancang untuk memantau siswa yang mulai sering tidak masuk sekolah, terutama mereka yang menghadapi tekanan ekonomi keluarga atau berpotensi meninggalkan pendidikan karena faktor sosial.

Selain itu, desa adat juga diharapkan berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya pernikahan dini yang selama ini menjadi salah satu penyebab terputusnya pendidikan anak. 

Pendampingan sosial hingga penguatan pola asuh keluarga menjadi bagian dari strategi yang tengah dirumuskan.

Tak hanya itu, sekolah juga mendorong pembentukan program "Orang Tua Asuh" dengan melibatkan alumni, pelaku usaha lokal, dan masyarakat untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Anggota DPRD Bali, Putu Mangku Mertayasa, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan dukungannya terhadap pengembangan SMAN 2 Banjar. 

Mantan Ketua Komite Sekolah itu menyebut sejumlah usulan pembangunan sekolah telah masuk dalam perencanaan anggaran pemerintah daerah.

"Tahun ini sesuai usulan Disdikpora, sekolah akan mendapatkan anggaran perbaikan dan pembangunan melalui APBD. Untuk aula dan toilet akan kita kawal agar segera dapat direalisasikan," ujarnya.

Menurutnya, langkah SMAN 2 Banjar melibatkan berbagai unsur masyarakat dalam penyusunan kurikulum merupakan terobosan yang tepat karena keberhasilan pendidikan memerlukan dukungan seluruh pemangku kepentingan. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
#SMAN 2 Banjar #pendidikan #sekolah #buleleng #kurikulum