Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Undiksha Kembangkan Material Pengganti Kayu. Diklaim Tahan Rayap hingga Suhu Ekstrem

Francelino Junior • Minggu, 14 Juni 2026 | 19:10 WIB
PENELITIAN: Tim peneliti Undiksha yang melibatkan mahasiswa dan dosen mengembangkan material pengganti kayu yang diklaim tahan cuaca dan aman dari rayap. (Undiksha)
PENELITIAN: Tim peneliti Undiksha yang melibatkan mahasiswa dan dosen mengembangkan material pengganti kayu yang diklaim tahan cuaca dan aman dari rayap. (Undiksha)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melalui tim peneliti yang dipimpin Prof. I Wayan Karyasa, berhasil mengembangkan nanokomposit silika-karbon. 

Material tersebut digadang-gadang mampu menjadi alternatif pengganti kayu alam sekaligus mendukung industri berkelanjutan.

Inovasi ini tidak hanya menawarkan potensi ekonomi yang besar, tetapi juga menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan kayu alam. 

Pemanfaatannya diharapkan dapat membantu upaya pelestarian hutan tropis serta mendukung keberlanjutan lingkungan.

Prof. Karyasa menjelaskan, nanokomposit silika-karbon merupakan material multifungsi dengan peluang pemanfaatan yang luas. 

Selain berpotensi menjadi bahan dasar kayu sintetik berkualitas tinggi, material ini juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku bio-silika dan bubuk silikon-karbida untuk berbagai kebutuhan industri.

Tak hanya itu, material tersebut juga berpeluang digunakan sebagai elektroda pengganti grafit, bahan mekanik pengganti plat baja maupun plat karbon, hingga mendukung pengembangan teknologi di bidang elektronik dan optik.

“Nanokomposit silika-karbon memiliki karakteristik unggul yang membuatnya sangat potensial untuk berbagai aplikasi industri. Material ini kuat, tahan lama, dan memiliki stabilitas performa yang tinggi,” ungkapnya.

Keunggulan lainnya terletak pada daya tahannya terhadap berbagai kondisi ekstrem. 

Material ini memiliki ketahanan tinggi terhadap kelembaban, perubahan suhu, hingga proses penuaan material. 

Selain itu, nanokomposit silika-karbon tidak mudah lapuk, tahan terhadap serangan rayap, tidak mudah pecah, serta mampu mempertahankan kualitas dan performanya dalam jangka panjang.

Untuk mempercepat pemanfaatan hasil riset tersebut, Undiksha terus mendorong proses hilirisasi agar inovasi yang lahir dari kampus dapat terserap oleh dunia usaha dan industri. 

Salah satunya melalui Focus Group Discussion (FGD) Business Matching yang digelar Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Buleleng, Dinas Koperasi Perdagangan dan Perindustrian dan UMKM Buleleng, pelaku usaha dan industri, serta akademisi dari Universitas Negeri Semarang, Prof. Sutikno. 

Forum itu menjadi wadah untuk menghimpun masukan, rekomendasi, serta strategi pengembangan produk dan model bisnis nanokomposit silika-karbon ke depan.

Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undiksha, Prof. Gde Wawan Sudatha, menegaskan bahwa hilirisasi hasil penelitian menjadi salah satu fokus utama universitas agar manfaat riset dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Hasil penelitian tidak boleh berhenti pada publikasi ilmiah. Melalui program hilirisasi, kami memastikan inovasi dari kampus dapat diterapkan secara nyata, memberikan nilai tambah, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah serta kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#hutan #kayu #pendidikan #undiksha