Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Mahasiswa Singapura Jadi Doktor Asing Pertama Undiksha, Kembangkan Inovasi Pembelajaran Berbasis Tri Hita Karana

Francelino Junior • Rabu, 15 Juli 2026 | 23:13 WIB
DOKTOR: Chow Teng Poh (tengah) mahasiswa asal Singapura, berhasil meraih predikat doktor setelah menuntaskan ujian disertasi di Undiksha. (Undiksha)
DOKTOR: Chow Teng Poh (tengah) mahasiswa asal Singapura, berhasil meraih predikat doktor setelah menuntaskan ujian disertasi di Undiksha. (Undiksha)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Perjalanan akademik Chow Teng Poh melintasi batas negara hingga berlabuh di Bali. Pria asal Singapura itu memilih Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) sebagai tempat menuntaskan studi doktoralnya. 

Pilihan tersebut berbuah manis. Pada 9 Juli 2026 lalu, Chow resmi tercatat sebagai mahasiswa asing pertama yang lulus dari Program Doktor Teknologi Pendidikan Program Pascasarjana Undiksha.

Pencapaian itu diraih setelah Chow sukses mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji yang dipimpin Direktur Program Pascasarjana Undiksha, Prof. I Nyoman Jampel. Ia menjalani sidang ujian disertasi di Kampus Pascasarjana Undiksha, di Kabupaten Buleleng, Bali.

Disertasi berjudul "Ekosistem Pembelajaran Adaptif-Pervasif EduGana Berbasis DBIR untuk Penguatan Literasi Digital dan Moral Siswa Sekolah Dasar di Bali" tersebut disusun di bawah bimbingan Prof. Ni Nyoman Parwati sebagai promotor.

Bagi Chow, penelitian yang dikembangkannya bukan sekadar syarat memperoleh gelar doktor. 

Ia ingin menghadirkan solusi atas tantangan pendidikan di era digital, yakni bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan literasi digital tanpa mengabaikan pembentukan karakter dan moral peserta didik.

Melalui pendekatan Design-Based Implementation Research (DBIR), ia mengembangkan EduGana, sebuah ekosistem pembelajaran adaptif-pervasif yang mengintegrasikan teknologi dengan nilai-nilai budaya lokal Bali. 

Konsep tersebut berpijak pada filosofi Tri Hita Karana, yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Menurut Chow, perkembangan teknologi seharusnya tidak membuat peserta didik kehilangan nilai-nilai kemanusiaan. 

Karena itu, EduGana dirancang agar proses belajar tidak berhenti di ruang kelas, melainkan berlanjut melalui aplikasi digital, video pembelajaran, portal guru, aktivitas di rumah, hingga pengalaman dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui model tersebut, siswa tidak hanya diajak menguasai teknologi, tetapi juga dilatih berpikir kritis, mampu berefleksi, memahami nilai moral, serta bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.

Selain itu, EduGana mengusung pendekatan pembelajaran yang adaptif. Setiap siswa diberikan kesempatan belajar sesuai kebutuhan, kemampuan, dan ritme masing-masing. 

Dalam konsep ini, teknologi diposisikan sebagai sarana yang memperkuat peran guru, bukan menggantikannya.

Direktur Program Pascasarjana Undiksha, Prof. I Nyoman Jampel, menilai kelulusan Chow menjadi tonggak penting bagi kampus. 

Selain menjadi mahasiswa asing pertama yang lulus dari Program Doktor Teknologi Pendidikan, capaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat internasional terhadap kualitas pendidikan doktor di Undiksha.

"Keberhasilan ini merupakan kebanggaan bagi Program Pascasarjana Undiksha. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas penyelenggaraan pendidikan doktor di Undiksha semakin mendapat kepercayaan dari masyarakat internasional," ujarnya.

Ia berharap Chow dapat menjadi duta akademik yang memperkenalkan kualitas pendidikan Undiksha kepada masyarakat internasional sekaligus memperkuat reputasi kampus di tingkat global.

Menurutnya, inovasi yang dikembangkan Chow membuktikan bahwa transformasi digital dalam dunia pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan kecanggihan teknologi.

Pendidikan juga harus dibangun di atas fondasi budaya, karakter, dan nilai-nilai kemanusiaan agar mampu memberikan dampak nyata bagi peserta didik. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
mahasiswa pendidikan undiksha buleleng