SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Sebanyak 82 sekolah di Kabupaten Buleleng tercatat menerima jumlah peserta didik baru yang sangat minim pada tahun ajaran 2026/2027.
Kondisi tersebut terjadi mulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah dasar (SD).
Jika situasi tersebut terus berulang selama tiga hingga empat tahun berturut-turut, Pemkab Buleleng membuka kemungkinan melakukan evaluasi, termasuk opsi regrouping sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan minimnya jumlah siswa bukan disebabkan rendahnya minat masyarakat menyekolahkan anak, melainkan dipengaruhi perubahan kondisi kependudukan di sejumlah wilayah.
"Terdata ada 82 sekolah dengan jumlah peserta didik baru yang minim. Bahkan, ada sekolah yang tahun ini hanya menerima dua siswa," ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun ajaran 2026/2027 TK Munduk Bestala hanya menerima sembilan murid baru.
Sementara itu, sedikitnya lima SD di Buleleng menerima kurang dari 10 peserta didik baru.
Surya Bharata menjelaskan, penurunan jumlah siswa baru berkaitan erat dengan berkurangnya jumlah penduduk usia sekolah di beberapa daerah. Selain itu, persebaran sekolah yang tidak merata juga menjadi faktor penyebab.
Ia mencontohkan kondisi di Kecamatan Gerokgak. Jarak antar sekolah dasar yang relatif berjauhan membuat sebagian besar orang tua memilih menyekolahkan anak di sekolah tertentu.
Akibatnya, ada sekolah yang kelebihan peminat, sementara sekolah lain justru kekurangan murid.
"Kalau kondisi ini berlangsung selama tiga sampai empat tahun berturut-turut di sekolah yang sama, kami akan melakukan evaluasi. Apakah sekolah tetap beroperasi atau perlu dilakukan regrouping," jelasnya.
Meski demikian, Disdikpora belum serta-merta mengambil langkah penggabungan sekolah.
Saat ini pihaknya masih melakukan pemetaan dan kajian terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan siswa.
Menurut Surya Bharata, regrouping hanya akan diterapkan apabila hasil kajian menunjukkan langkah tersebut lebih efektif untuk meningkatkan pelayanan pendidikan.
Sebaliknya, jika sekolah tersebut merupakan satu-satunya fasilitas pendidikan di wilayahnya, operasionalnya akan tetap dipertahankan demi menjamin akses pendidikan bagi masyarakat. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng