Ratusan Anak TK Meriahkan Parade Olahraga Tradisional di Bulfest 2026

Francelino Junior • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:45 WIB
PERMAINAN TRADISIONAL: Anak-anak TK di Buleleng melakukan permainan tradisional dalam rangkaian Buleleng Festival 2026. (Disdikpora Buleleng)
PERMAINAN TRADISIONAL: Anak-anak TK di Buleleng melakukan permainan tradisional dalam rangkaian Buleleng Festival 2026. (Disdikpora Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Ratusan anak Taman Kanak-kanak (TK) di wilayah Kota Singaraja memenuhi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu (19/8/2026) pagi. 

Mereka tak sekadar bermain dan berolahraga, tetapi juga diajak mengenal kembali ragam permainan tradisional yang mulai jarang dimainkan anak-anak.

Keceriaan anak-anak itu menjadi bagian dari Parade Lomba Olahraga Tradisional jenjang TK yang digelar Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng berkolaborasi dengan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha. 

Kegiatan berlangsung di Buleleng Digital Expo Area serangkaian dengan Buleleng Festival (Bulfest) 2026.

Sebelum masuk ke permainan tradisional, anak-anak diajak mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat dan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) 88. 

Kemeriahan kemudian berlanjut lewat sejumlah permainan tradisional. Anak-anak diajak memainkan ular naga, meong-meong, hingga juru pencar. Permainan yang terlihat sederhana itu ternyata menyimpan banyak nilai pembelajaran.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.

”Semoga kegiatan seperti ini dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan, sekaligus bermanfaat bagi tumbuh kembang anak,” ujar Surya Bharata.

Menurut dia, permainan tradisional juga menjadi media bagi anak untuk belajar berinteraksi dengan lingkungan dan teman sebaya. 

Anak tidak hanya dituntut aktif bergerak, tetapi juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, mematuhi aturan, dan membangun rasa percaya diri.

”Ini mendorong anak untuk belajar bekerja sama, berkomunikasi, mengikuti aturan, serta membangun rasa percaya diri,” lanjutnya.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan semakin dekatnya anak-anak dengan gawai, pengenalan permainan tradisional dinilai penting dilakukan sejak dini. 

Selain menjaga anak tetap aktif secara fisik, kegiatan semacam ini menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi berikutnya.

Dwi, salah seorang orang tua siswa, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, aktivitas di luar ruangan memberi kesempatan bagi anak untuk bergerak sekaligus bersosialisasi dengan teman-temannya.

”Dengan kegiatan seperti ini, mengajak anak-anak beraktivitas di luar ruangan dan bersosialisasi dengan teman-temannya,” kata Dwi. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
olahraga bulfest Disdikpora buleleng