Undiksha Kembangkan AI Pembaca Emosi dan Pikiran Lewat Otak

Eka Prasetya • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:29 WIB
KENALKAN TEKNOLOGI: Anggota Tim Riset Data Science Undiksha, Rama Ngurah Putra Pinatih menunjukkan alat AI pembaca emosi. (Pemkab Buleleng)
KENALKAN TEKNOLOGI: Anggota Tim Riset Data Science Undiksha, Rama Ngurah Putra Pinatih menunjukkan alat AI pembaca emosi. (Pemkab Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Terobosan diperkenalkan oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Tim peneliti dari kampus terbesar di Bali Utara ini sukses mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang mampu membaca emosi hingga niat gerakan manusia melalui sinyal aktivitas otak.

Inovasi tersebut dipamerkan dalam ajang Buleleng Digital Expo (BDE) yang berlangsung di RTH Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Rabu (19/8/2026).

Anggota Tim Riset Data Science Undiksha, Rama Ngurah Putra Pinatih, menjelaskan bahwa penelitian ini memanfaatkan perangkat Electroencephalogram (EEG) portable yang dilengkapi empat saluran sensor untuk menangkap gelombang listrik pada otak.

“Data dari sinyal tersebut kemudian diproses menggunakan model AI untuk mengenali kondisi emosi seseorang,” ujar Rama.

Melalui analisis ilmiah berbasis pendekatan valence dan arousal, gelombang otak yang ditangkap sensor dipetakan ke dalam empat kelompok kondisi emosional, seperti bahagia, sedih, rileks, hingga marah.

Tidak hanya sebatas membaca perasaan, AI ini juga dikembangkan untuk fitur motor imagery, yaitu mendeteksi niat atau perintah gerakan saat seseorang membayangkan suatu tindakan.

Sentuhan teknologi ini membuka peluang besar untuk menciptakan alat bantu penyandang disabilitas. 

Ke depan, pengguna cukup membayangkan arah gerakan untuk mengendalikan kursi roda pintar secara otomatis tanpa perlu menggerakkan tangan.

Kendati demikian, Rama mengakui pengembangan teknologi pembaca pikiran ini masih dihadapkan pada kendala teknis. Adanya gangguan pada sinyal EEG serta perbedaan karakter otak setiap individu membuat tingkat akurasi alat berbeda-beda.

“Kalau kita mengembangkan model AI dari orang A lalu diterapkan kepada orang B, akurasinya belum tentu maksimal,” kata Rama.

Guna menyempurnakan penelitian ini, Tim Undiksha tengah menjajaki kerjasama riset dengan peneliti asal Thailand yang fokus mengembangkan perangkat robotik. 

Nantinya, teknologi pembaca sinyal otak dari Undiksha akan diintegrasikan sebagai "otak" penggerak robotik tersebut. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

 

Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng
AI Pembaca Otak Buleleng Digital Expo Inovasi Teknologi Riset Undiksha undiksha