SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Sebanyak 657 orang mahasiswa Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja resmi diterjunkan untuk menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Buleleng.
Ratusan mahasiswa tersebut diharapkan menjadi pemicu percepatan pembangunan serta penanganan berbagai persoalan sosial di tingkat desa.
Pembukaan dan Pembekalan KKN Tahun 2026 yang mengusung tema "Akselerasi KKN Berdampak Melalui Pemuliaan Desa Kerthi Bali Sejahtera Berlandaskan Tri Hita Karana" tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Buleleng di Kampus IAHN Mpu Kuturan, Senin (22/9/2026).
Selama dua pekan kedepan, para mahasiswa akan disebar di 23 desa yang tersebar di dua kecamatan, yakni Kecamatan Busungbiu dan Kecamatan Banjar.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Buleleng menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada civitas akademika IAHN Mpu Kuturan atas konsistensinya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian masyarakat.
“Tentunya ini sangat membantu kami di Pemkab Buleleng untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di desa. Transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dari mahasiswa sesuai bidang ilmunya masing-masing akan memberi manfaat nyata bagi warga,” ujar Wabup.
Wabup menegaskan, seiring berlakunya Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Desa, kawasan pedesaan kini memiliki mandat penuh untuk mengurus rumah tangganya sendiri.
Oleh karena itu, pendekatan akademis dari mahasiswa sangat dibutuhkan untuk memetakan potensi lokal, mulai dari pelestarian budaya hingga peningkatan ekonomi warga.
Mahasiswa KKN pun diminta mengambil peran aktif dalam mengawal sejumlah program strategis daerah yang saat ini tengah digenjot oleh pemerintah desa.
Beberapa poin yang menjadi fokus penanganan yakni percepatan penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, penguatan program ketahanan pangan, hingga tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Tak hanya itu, mahasiswa juga didorong untuk membantu digitalisasi lewat Pengembangan Sistem Informasi Desa (SID), penyusunan perencanaan pembangunan, penyuluhan pencegahan bahaya narkoba, hingga edukasi mitigasi bencana di desa.
"Bersama seluruh komponen desa, mahasiswa KKN dapat masuk pada ruang-ruang desa yang unik dan khas untuk menggali potensi lokal, sekaligus belajar bermasyarakat secara langsung," pungkasnya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya
Sumber : Radar Buleleng