RadarBuleleng.id – Sosok mantan Bupati Jembrana, I Gede Winasa ternyata masih laku jadi jualan politik.
Sosok Winasa kembali muncul pada baliho calon anggota legislatif (caleg) di Jembrana.
Rupanya Winasa masih laku, meski dia berkali-kali terseret kasus korupsi. Bahkan kini Winasa masih menjalani masa tahanan di Rutan Negara.
Sosok Winasa mucnul pada baliho milik Inda Swari Dewi, caleg Partai Golkar yang akan memperebutkan kursi DPRD Bali dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali 4 Kabupaten Jembrana.
Inda Swari Dewi merupakan suami dari Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna alias Ipat. Sosok Winasa merupakan mertuanya.
Saat ditemui, Ipat menyebut bila istrinya sudah mendapat restu dari sang mertua. Sehingga leluasa memasang foto sosok Winasa.
"Sudah merestui dan mendukung pilihan istri (Inda Swari Dewi) untuk terjun ke politik sebagai anggota dewan," ungkapnya.
Menjadi calon DPRD Bali dari Partai Golkar, juga mengikuti partai politik I Gede Ngurah Patriana Krisna sebagai kader dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Jembrana.
"Bentuk dukungan saya, bukan berarti ikut kampanye. Justru saya tidak pernah ikut kampanye langsung. Meskipun boleh ikut kampanye tapi harus cuti, tapi tidak pernah ikut kampanye atau jadi juru kampanye," ujarnya.
Menurutnya, dengan pasangan foto dirinya pada baliho sudah cukup. Ditambah ketokohan I Gede Winasa sebagai ayah mertua yang menjadi Bupati Jembrana dua periode, cukup menjadi sebagian modal politik Inda Swari Dewi.
"Simpatisan dan pendukung bapak (I Gede Winasa), diharapkan juga mendukung istri sebagai calon anggota DPRD Bali," ujarnya.
Menurut Ipat, pemasangan foto tokoh pada baliho calon anggota dewan, seperti foto I Gede Winasa pada baliho Inda Swari Dewi, dinilai sebagai hal yang wajar.
Seperti pemasangan foto Ir. Soekarno sebagai proklamator dan presiden pertama pada semua jenis alat peraga yang dipasang PDI Perjuangan.
Begitu juga dengan pasangan foto Susilo Bambang Yudhoyono yang dipasang kader atau calon dari Partai Demokrat.
"Saya kira wajar memasang foto tokoh oleh calon-calon untuk menarik simpati dari pendukungnya," imbuhnya.
Wakil bupati yang akrab disapa Ipat ini, tidak memungkiri juga pengaruh sebagai istri Wakil Bupati Jembrana juga menjadi modal politik untuk meraih dukungan.
Simpatisan pendukung Ipat hingga saat ini menjadi Wakil Bupati Jembrana, juga diharapkan mendukung sehingga pada sejumlah baliho istrinya juga memuat foto dirinya sebagai Ketua Bapilu Partai Golkar Jembrana. (*)
Editor : Eka Prasetya