Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Dari Dialog Publik Moderasi Beragam STAHN Mpu Kuturan: Mahasiswa Suarakan Pemilu Damai

Eka Prasetya • Rabu, 7 Februari 2024 | 23:33 WIB
MODERASI BERAGAMA: Dialog mahasiswa STAHN Mpu Kuturan dengan tema “Moderasi dalam Aksi, Generasi Muda dan Pemilu Damai” di Gedung PLUT Buleleng, Rabu (7/2/2024).
MODERASI BERAGAMA: Dialog mahasiswa STAHN Mpu Kuturan dengan tema “Moderasi dalam Aksi, Generasi Muda dan Pemilu Damai” di Gedung PLUT Buleleng, Rabu (7/2/2024).

SINGARAJA, RadarBuleleng.id – Pelaksanaan Pemilu 2024 jadi perhatian berbagai pihak, termasuk mahasiswa di Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja.

Para mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu, Jurusan Dharma Duta STAHN Mpu Kuturan Singaraja menggelar diskusi publik dengan tema “Moderasi dalam Aksi, Generasi Muda dan Pemilu Damai” di Gedung Pusat Layanan Unit Terpadu (PLUT) Buleleng, Rabu (7/2/2024).

Dialog itu digelar mahasiswa, sebagai bentuk kegelisahan mereka terhadap pelaksanaan Pemilu 2024, yang akan dilaksanakan pada Rabu (14/2/2024) mendatang.

Agenda tersebut menghadirkan sejumlah pembicara. Yakni Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Buleleng, I Gede Made Metera; Komisioner KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata; serta akademisi STAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Made Bagus Andi Purnomo.

Ketua Jurusan Dharma Duta STAHN Mpu Kuturan, Nyoman Suardika mengatakan, dialog itu merupakan aksi nyata mahasiswa STAHN Mpu Kuturan dalam Pemilu 2024.

Lewat dialog tersebut, mahasiswa mendorong spirit moderasi beragama di masyarakat. Sehingga tidak ada lagi politisasi agama.

“Pemilu sangat rentan dengan isu polariasi dan politik identitas. Kami harap dialog ini bisa meningkatkan pemahaman mahasiswa terkait dengan moderasi beragama,” imbuhnya.

Lebih lanjut Suardika mengatakan, moderasi beragama dapat dipahami sebagai upaya masyarakat mengamalkan ajaran agama yang seimbang dalam kehidupan bermasyarakat.

"Moderasi beragama penting untuk diejewantahkan dalam laku dan kehidupan kita bermasyarakat. Utama untuk kalangan anak muda yakni generasi milenial dan Gen Z," papar imbuhnya.

Ketua FKUB Buleleng, I Gede Made Metera menyatakan, generasi muda harus memahami konteks moderasi beragama dan mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, generasi muda harus terus meningkatkan pengetahuan untuk menjadi pribadi lebih baik dan matang untuk mengisi pembangunan.

"Meskipun saya sudah berusia tua, tetapi saya masih memiliki semangat muda seperti saudara-saudara. Hal tersebut yang harus ditiru dan anak muda harus selalu bersemangat mengupgrade diri," ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Buleleng, Putu Arya Suarnata mengajak mahasiswa menggunakan hak suara mereka pada Pemilu 2024 yang dilaksanakan pada 14 Februari 2024 mendatang. Mahasiswa diimbau datang ke Tempat Pemungutan Suara serta menggunakan hak pilihnya.

"Saya mengingatkan sekali lagi agar kita bersama-sama datang ke TPS untuk memberikan suara berdasarkan asas Pemilu yang Luber-Jurdil, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil," ujarnya.

Sementara itu Akademisi STAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Made Bagus Andi Purnomo lebih banyak menyoroti mengenai konteks politik identitas dan polarisasi menjelang perhelatan politik 2024.

Pihaknya mengajak anak muda untuk tidak anti dengan politik dan turut serta berperan aktif mengisi ruang-ruang diskusi, baik di kampus maupun kegiatan-kegiatan organisasi.

Adapun diskusi publik tersebut dihadiri oleh puluhan orang undangan yang berasal dari organisasi mahasiswa internal dan eksternal kampus, siswa SMA/SMK, dan anggota FKUB di Kabupaten Buleleng. (*)

Editor : Eka Prasetya
#Pemilu 2024 #moderasi beragama #buleleng #stahn mpu kuturan singaraja