SINGARAJA-Bandara di Bali utara menjadi harapan masyarakat ke Pasangan Calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming.
Apalagi dalam kampanye mereka ke Buleleng, selalu mengemukakan pembangunan bandara Bali utara.
Pembangunan bandara Bali utara diharapkan menjadi kenyataan, mengingat bandara tersebut hanya menjadi wacana beberapa tahun belakangan. Juga menjadi bahan politik bagi peserta pemilu.
Koordinator Relawan Prabowo-Gibran Bali Nusra, Firmansyah mengatakan bila ia tak segan-segan menggembosi tokoh-tokoh politik, yang berani menghambat pembangunan bandara di Kabupaten Buleleng.
Menurutnya, masyarakat Buleleng ingin adanya bandara di Bali utara untuk meningkatkan kemakmuran, kesetaraan, hingga pemerataan pembangunan. Sehingga katanya, cukup masyarakat Buleleng saja yang dianak tirikan.
“Kami akan gemboskan tokoh politik, anggota DPR, atau siapapun yang menghambat proses perjalanan pembangunan bandara di Buleleng. Kami siap turunkan massa yang besar,” katanya ditemui pada Sabtu (17/2) siang.
Baginya, kemenangan paslon Prabowo-Gibran di Buleleng menjadi anugerah tersendiri. Apalagi, Bali dan Kabupaten Buleleng merupakan kandang banteng alias basis PDI Perjuangan.
Menurutnya, masyarakat kini sudah paham dengan politik, sehingga memilih pemimpin sesuai dengan hati nuraninya.
Sedangkan dulu, katanya, masyarakat terkena politik pembodohan. Karena hanya dicekoki money politic serta dijadikan objek politik hanya saat pemilu saja.
Firmansyah menyebutkan bila edukasi politik yang terus diberikan, membuat masyarakat memilih tokoh yang sekiranya mewakili serta menjaga persatuan dan kesatuan, yang membawa Indonesia menuju masa keemasan.
“Kami bisa menang di kandang banteng, karena kami tidak lawan, tetapi kendalikan banteng. Hari ini kami buktikan bisa kendalikan banteng,” kelakar Firmansyah.
Ia melanjutkan, bahwa misi mereka selanjutnya adalah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Buleleng. Hal ini untuk mengawal tuntas program bandara Bali Utara. Juga mencegah hambatan-hambatannya.
“Kami akan mendukung kebijakan pemerintah pusat, juga agar tidak dihambat di daerah. Selanjutnya kami akan memenangkan pilkada, agar kepemimpinan prabowo Gibran bisa berjalan baik, tanpa adanya gangguan dan hambatan,” pungkasnya.
Sekadar informasi, berdasarkan data dari situs Info Pemilu 2024 pada Sabtu (17/2) pukul 17.30 WITA, Prabowo-Gibran di Bali meraih suara sebesar 51,74 persen, lalu Ganjar-Mahfud meraih suara 45,19 persen, sedangkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih suara 3,08 persen.
Sementara untuk perolehan suara di Kabupaten Buleleng, Prabowo-Gibran meraih 58,2 persen, Ganjar-Mahfud raih 36 persen, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar raih 5,8 persen. ***
Editor : Donny Tabelak