SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Perebutan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bali 5 Kabupaten Buleleng kian ketat.
Dari 12 kursi DPRD Bali yang tersedia dari Dapil Kabupaten Buleleng, ada 11 kursi yang hampir pasti dipertahankan pemiliknya.
Masih ada sisa satu kursi yang akan menjadi rebutan dua partai politik. PDI Perjuangan (PDIP) dan Golkar berebut kursi kursi tersebut.
Informasi yang dihimpun RadarBuleleng.id, kader PDIP hampir dipastikan merebut 6 kursi.
Mereka antara lain I Kadek Setiawan (29.388 suara), I Ketut Rochineng (28.111 suara), Dewa Made Mahayadnya (27.309 suara), Gede Kusuma Putra (22.207 suara), Putu Mangku Mertayasa (15.695 suara), dan I Dewa Nyoman Rai (11.388 suara). Mereka berenam adalah wajah lama di DPRD Bali periode 2019-2024.
Salah seorang caleg PDIP, Gede Kusuma Putra mengaku bila partai saat ini tengah fokus mempertahankan jumlah kursi seperti tahun 2019, yakni enam kursi. Tapi mereka optimistis bisa menambah menjadi tujuh kursi.
Informasinya ada dua orang kader yang akan bersaing ketat. Mereka adalah I Wayan Arta, mantan anggota DPRD Bali periode 2019-2024. Wayan Arta mengantongi 8.295 suara.
Selain itu ada caleg pendatang baru alias new comer, Ni Ketut Kinanthi Wulandari yang mengumpulkan 8.265 suara. Salah satu diantara mereka berdua, bisa jadi ikut duduk di kursi dewan Bali.
“Enam kursi sudah dikunci, mudah-mudahan bisa dapat tujuh kursi. Sementara formasi sama dengan tahun 2019, cuma bu Aries (Gusti Ayu Aries Sujati) diganti Dewa Rai,” ujar Kusuma Putra, Minggu (18/2/2024).
Sementara itu, dari partai Golongan Karya (Golkar) Buleleng yakin bisa merebut tiga kursi pada Pemilu 2024.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Golkar Buleleng, Ida Gede Komang Kresna Budi optimistis mereka mendapatkan tiga kursi.
Golkar mengklaim saat ini ada dua orang yang hampir pasti merebut kursi DPRD Bali. Mereka adalah Kresna Budi yang juga anggota DPRD Bali periode 2019-2024.
Kemudian ada newcomer, yakni Agung Bagus Pratiksa Linggih. Dia disebut mengantongi sekitar 12 ribu suara.
“Sekarang menunggu kursi ketiga, masih rekap karena ada yang tercecer. Saya nomor satu dengan suara 20 ribu lebih, kemudian Ajus Linggih (Agung Bagus Pratiksa Linggih) dengan 12 ribu suara. Kalau kursi ketiga, antara Putu Tirtha Adyana dengan Indriati Tanu Tanto. Suaranya kejar-kejaran,” kata Kresna Budi.
Menurutnya saingan utama dalam berebut kursi sisa itu adalah PDIP. “Sekarang kita lihat suara PDIP, karena saingan, kejar-kejaran dengan PDIP. Jadi kuncinya ada di PDIP,” pungkasnya.
Terpisah, dari data sementara yang dihimpun, partai NasDem sudah mengamankan satu kursi lewat Somvir, yang meraih suara sebanyak 12 ribu.
Kemudian Gerindra dipastikan mengunci satu kursi lewat Nyoman Ray Yusha, yang meraih suara sebanyak 11,3 ribu.
Partai Demokrat juga disebutkan sudah mengamankan satu kursi lewat I Komang Nova Sewi Putra. (*)
Editor : Eka Prasetya