SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Persaingan perebutan kursi DPRD Buleleng dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Buleleng berlangsung dengan sangat ketat.
PDI Perjuangan yang sebelumnya berkuasa di Dapil Buleleng kini harus rela kehilangan kursi parlemen.
Pada Pemilu 2019 lalu, PDIP Buleleng berhasil merebut 4 kursi dari Dapil Buleleng.
Namun pada Pemilu 2024, PDIP Buleleng harus ikhlas melepas 1 kursi. Mereka kini hanya mengantongi 3 kursi.
Pada Pemilu 2024, PDIP Buleleng sebenarnya masih dominan dalam hal perolehan suara.
Mereka mengantongi 35.748 suara. Perolehan suara itu 2 kali lipat bila dibandingkan rival terdekatnya, Partai Golkar yang mengantongi 16.109 suara.
Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna mengakui kompetisi di Dapil Buleleng cukup ketat bila dibandingkan dengan Pemilu 2019 lalu.
“Dapil Buleleng itu diluar perhitungan kami. Diluar pemikiran kami. Karena perolehan kursi justru turun,” kata Supriatna, Selasa (5/3/2024).
Selain karena persoalan persaingan yang cukup ketat, perolehan kursi turun gara-gara ada calon anggota legislatif (caleg) yang tidak bekerja.
“Salah satu caleg kami, sama sekali tidak bekerja. Sehingga tidak mendongkrak suara partai,” tegasnya.
Berikut anggota DPRD Buleleng dari Dapil Buleleng:
1. Ni Kadek Turkini (PDIP, 6.643 suara)
2. Wayan Some Adnyana (PDIP, 6.533 suara)
3. I Gusti Komang Swastika (PDIP, 6.533 suara)
4. Nyoman Dhukajaya (Golkar, 5.229 suara)
5. I Nyoman Gede Wandira Adi (Golkar, 4.478 suara)
6. Ketut Jana Yasa (Demokrat, 3.240 suara)
7. Gede Suradnya (Gerindra, 3.102 suara)
8. Made Sudiarta (Nasdem, 2.580 suara)
Editor : Eka Prasetya