SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pertarungan perebutan kursi DPRD Buleleng dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Banjar dikuasai Partai Golkar.
PDI Perjuangan yang biasanya dominan pada setiap dapil di Kabupaten Buleleng, mengakui kekalahan mereka di Dapil Banjar.
Persaingan di Dapil Banjar memang sangat ketat. Dapil ini memperebutkan 5 kursi DPRD Buleleng.
Pada Pemilu 2019 lalu, Kecamatan Banjar berada dalam satu dapil dengan Kecamatan Busungbiu.
Namun mulai Pemilu 2024, Kecamatan Banjar dipecah menjadi dapil tersendiri.
Pada Pemilu 2024, Dapil Banjar menjadi daerah kekuasan Partai Golkar. Mereka berhasil mengumpulkan 14.454 suara dengan total 2 kursi dewan.
Sementara pesaing dekatnya, yakni PDI Perjuangan hanya mampu 13.373 suara, dan hanya mampu merebut 1 kursi saja.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD II Golkar Buleleng, Nyoman Gede Wandira Adi mengakui Golkar berhasil menang karena fokus di 5 desa.
Kelima desa itu adalah Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa, dan Banyuseri.
Bahkan dari 5 caleg yang diusung Golkar, sebanyak 3 orang diantaranya berasal dari desa-desa tadi.
“Memang di desa-desa itu, Partai Golkar masih dominan. Selain itu caleg-caleg kami bekerja keras,” kata Wandira.
Selain itu ada juga pengaruh eksternal. Menurutnya DPP Golkar dan DPD I Golkar Bali juga menugaskan caleg mereka meraup suara di sana.
Dari DPP Golkar ada nama Gde Sumarjaya Linggih dan Nyoman Sugawa Korry yang berusaha merebut suara dari desa-desa itu.
Sementara dari DPD I Golkar Bali ada nama Ida Gede Komang Kresna Budi dan Agung Bagus Pratiksa Linggih yang meraup suara di sana.
“Memang persaingan merebut kursi kedua di Banjar itu berat. Karena ada 4 partai yang mengincar. Selain kami, ada PDIP, Nasdem, dan Hanura yang sama-sama mengincar,” katanya.
Sementara itu Sekretaris DPC PDI Perjuangan Buleleng, Gede Supriatna mengakui, Kecamatan Banjar merupakan satu-satunya dapil yang gagal dimerahkan.
“Banjar satu-satunya kecamatan di Buleleng, yang mana kami tidak bisa jadi pemenang. Kami dikalahkan Golkar,” ujar Supriatna.
Supriatna mengaku kegagalan PDI Perjuangan di Banjar karena faktor kekurangan suara. PDIP kalah 721 suara dari Golkar.
“Namanya kalah, ya tetap kalah. Kami angkat topi pada teman-teman di Golkar bisa meraih 2 kursi di Banjar,” katanya.
Berikut anggota DPRD Buleleng dari Dapil Kecamatan Banjar:
1. Putu Gede (Golkar, 5.507 suara)
2. Ni Wayan Parlina Dewi (Golkar, 5.127 suara)
3. Ketut Widana (PDIP, 4.272 suara)
4. Gusti Agung Ngurah Putra Sudewa (Demokrat, 5.508 suara)
5. Kadek Widana (Gerindra, 4.288 suara)
Editor : Eka Prasetya