Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Disinggung Pilkada Buleleng, Dewa Sukrawan: Saya Tunggu Wangsit

Francelino Junior • Minggu, 21 April 2024 | 02:12 WIB
Gede Supriatna (baju hitam) bergaya dan berfoto bersama Dewa Sukrawan (baju biru).
Gede Supriatna (baju hitam) bergaya dan berfoto bersama Dewa Sukrawan (baju biru).

SINGARAJA-Dewa Nyoman Sukrawan mengaku menunggu wangsit atau amanah untuk maju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buleleng 2024.

Sosoknya bukan asing, ia merupakan mantan Calon Bupati Buleleng pada Pilkada Buleleng 2017 dari jalur independen.

Dewa Sukrawan ternyata juga muncul pada acara diskusi Buleleng pada Selasa (16/4) di SMA Taruna Mandara, yang diinisiasi oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali RI, Made Mangku Pastika yang juga Gubernur Bali 2008-2018.

Ia saat itu duduk satu deret dengan Nyoman Tirtawan, berhadapan dengan Nyoman Sugawa Korry juga Gede Suardhana.

Sukrawan yang disinggung mengenai keikutsertaannya pada Pilkada Buleleng 2024, mengaku masih menunggu wangsit saja.

Katanya, wangsit itulah yang akan menentukan maju atau tidaknya mantan Ketua DPRD Buleleng itu.

Ia melanjutkan, wangsit yang dimaksud adalah tokoh maupun partai politik yang akan menggandengnya untuk maju bertarung merebut Buleleng 1 dan Buleleng 2.

“Pilkada Buleleng kira-kira seru. Masalah saya maju atau tidak, tunggu wangsit. Wangsitnya, siapa yang mau duet sama saya,” ujarnya pada Sabtu (20/4).

Sukrawan mengaku tidak menjajaki partai politik maupun dijajaki partai politik. Tetapi ia menyebutkan akan mengikuti proses saja, ibarat air mengalir.

Meski begitu, Sukrawan mengaku perlu melakukan perhitungan politik dalam perjalanan menuju Pilkada Buleleng.

Menurutnya, bagi para calon yang hendak maju ke kontestasi pesta demokrasi, perlu menyiapkan tiga modal, yakni modal otak, otot, dan ongkos.

“Untuk maju tidak hanya dengan keinginan saja, tapi perlu modal. Apa itu? Modal otak, otot, dan juga ongkos. Kalau tidak ada ketiganya, oyongang ane (diam saja),” ujarnya.

Ia pun mengajak semua tokoh Buleleng untuk maju dalam Pilkada Buleleng, sehingga masyarakat memiliki beragam pilihan yang banyak.

Sukrawan juga memprediksi akan ada lebih dari tiga pasangan calon dalam Pilkada Bulelen 2024 ini. 

“Semakin banyak calonnya, semakin bagus. Jangan hanya head to head, takut karena tidak punya duit, takut kalah. Jangan terjadi. Semua pasti berpeluang maju,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Dewa Nyoman Sukrawan pernah berkontestasi pada Pilkada Buleleng 2017.

Saat itu ia berpasangan dengan Gede Dharma Wijaya (SURYA). Mereka melawan petahana Putu Agus Suradnyana-I Nyoman Sutjidra (PASS).

Dalam pesta demokrasi itu, Sukrawan gagal menjadi Bupati Buleleng karena hanya mendapatkan suara 31,82 persen. Sementara Agus Suradnyana meraih suara 68,18 persen. ***

Editor : Donny Tabelak
#dprd buleleng #DPD Bali #Dewa Nyoman Sukrawan #Pilkada Buleleng