RadarBuleleng.id - Dinamika politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak semakin dinamis.
Khusus di Kabupaten Tabanan, kontestasi pada ajang Pilkada diprediksi berlangsung antara PDI Perjuangan dengan partai koalisi melawan kotak kosong.
Hal itu sangat berpeluang terjadi, karena PDIP begitu dominan di DPRD Tabanan.
Mengacu hasil Pemilu 2024, PDI Perjuangan menguasai 31 kursi di DPRD Tabanan.
Sementara partai lainnya tidak begitu dominan. Sebut saja Golkar yang hanya menguasai 4 kursi, kemudian Gerindra yang meraih 4 kursi, dan Demokrat yang meraih 1 kursi.
Sementara untuk mengusung calon, partai-partai harus memiliki setidaknya 8 kursi di DPRD Tabanan.
Terkini, Partai Golkar tampak makin mesra dengan PDI Perjuangan. Bila Golkar berkoalisi dengan PDIP, praktis partai-partai lain tidak bisa mengusung calon karena tidak memenuhi syarat minimal.
Apabila hal itu benar-benar terjadi, maka pada Pilkada Tabanan, PDIP dan partai koalisi hanya akan melawan kotak kosong.
Pada Rabu (24/4/2024), tokoh dari kedua partai bersilaturahmi. Praktis pertemuan para tokoh itu langsung dikaitkan dengan Pilkada Tabanan.
Sekretaris Golkar Tabanan, I Made Asta Dharma mengatakan pertemuan dengan PDIP Tabanan baru sebatas penjajakan awal untuk berkoalisi pada Pilkada 2024.
"Memang belum ada keputusan, masih suasana cair, ya bincang-bincang ke depan Tabanan seperti apa. Sebentar lagi Pilkada agar damai, aman dan lancar," kata Asta Dharma.
Menurutnya peta koalisi partai politik sangat dinamis. Artinya peta koalisi di pusat, belum tentu berlaku di daerah.
Meski telah bertemu dengan pengurus PDIP Tabanan, belum tentu koalisi itu akan terwujud.
"Kan kita harus bertemu dan bicara dulu, siapa tahu frekuensinya sama. Akhirnya pacaran dan akhirnya nikah," ungkapnya.
Sementara itu Sekretaris DPC PDIP Tabanan I Nyoman Arnawa mengaku pertemuan tersebut memang membicarakan Pilkada Tabanan 2024. Hanya saja pembicaraan itu baru sebatas basa basi belaka.
Menurutnya PDIP sangat terbuka berkoalisi dengan partai manapun.
"PDIP terbuka dengan partai apapun yang ikut mendukung, terpenting bagaimana sama-sama ikut memajukan Tabanan," ungkapnya.
Asal tahu saja, ini bukan pertama kalinya PDIP dan Golkar berkoalisi. Pada tahun 2015, PDIP berkoalisi dengan Golkar mengusung pasangan Ni Putu Eka Wiryastuti dan I Komang Gede Sanjaya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya