SINGARAJA-I Ketut Rochineng mengambil formulir untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng tahun 2024 di Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Buleleng.
Ia mengaku siap mundur dari Anggota DPRD Provinsi Bali bila mendapatkan rekomendasi.
Rochineng datang ke Sekretariat DPC PDIP Buleleng sekitar pukul 11.00 Wita, ditemani puluhan orang berpakaian hitam dari Semeton Rocky.
Usai mengambil formulir Calon Bupati (cabup), Rochineng mengaku siap mundur sebagai Anggota DPRD Bali, seandainya Megawati Soekarnoputri dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP memberikan rekomendasi kepadanya.
Karena menurutnya, hal itu sudah menjadi konsekuensi yang sudah dihitungnya matang-matang.
Dan kedatangannya mengambil formulir cabup Buleleng, sudah siap dengan konsekuensi itu. Sebagai petugas partai, Rochineng mengaku tunduk pada keputusan dan aturan partai.
“Saya ambil formulir untuk pendaftaran calon bupati Buleleng. Saya komit dari awal, ingin mengabdikan diri untuk masyarakat Buleleng. Karena peraturannya harus mundur (dari Anggota DPRD bila mendapat rekomendasi) itulah konsekuensinya. Makanya yang daftar sudah siap dengan konsekuensi itu,” katanya.
Menurut pria asal Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng itu, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan yang bermanfaat untuk masyarakat Buleleng, menjadi prioritasnya bila memimpin Gumi Den Bukit.
Meski ia mengaku belum masuk ke dalam ranah pemerintah kabupaten, tetapi dari pengamatannya, dua hal tersebut wajib menjadi prioritas dalam membawa Buleleng menuju kemajuan.
“Yang jelas saya akan berbuat maksimal untuk masyarakat Buleleng,” lanjut politisi PDIP peraih 31.922 suara pada Pileg 2024.
Meski untuk Pilkada Buleleng ini banyak sekali kader PDIP Buleleng yang berpotensi dan berpeluang, Rochineng mengaku tidak merasa ada persaingan, karena rekomendasi atau mandat diputuskan oleh pusat.
Ia juga tidak berani berbicara mengenai calon wakil bupati yang sekiranya akan mendampinginya.
Karena sebagai petugas partai, kata Rochineng, ia sewajibnya menunggu keputusan dari partai.
“Jadi persoalan direkomendasi atau tidak saya siap saja. Kalau tidak direkomendasi, juga saya siap untuk memenangkan calon yang direkomendasi,” lanjutnya.
Dengan tegas, ia yang juga Anggota Komisi I DPRD Bali itu mengaku tidak akan berpaling dari partai berlogo banteng moncong putih itu. Rochineng akan tetap loyal terhadap PDIP.
“Untuk keluar partai atau loncat pagar itu, saya tidak. Saya loyal, itu komit dari awal saya masuk ke keluarga besar PDIP,” pungkasnya.
Sejak pengambilan formulir oleh PDIP dibuka, tercatat sudah ada tiga orang yang mengambil formulir.
Yaitu I Nyoman Sutjidra (formulir cabup), Nyoman Arya Astawa atau Mang Dauh (formulir calon wakil bupati), dan I Ketut Rochineng (formulir calon bupati).
Dari ketiganya, baru Mang Dauh yang mengembalikan formulir ke Sekretariat DPC PDIP Buleleng. ***
Editor : Donny Tabelak