SINGARAJA-Satu lagi kader dari PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Buleleng mengambil formulir untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buleleng tahun 2024.
Ia adalah Ketut Putra Sedana atau akrab dengan nama Dokter Caput, yang merupakan Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Buleleng, sayap partai PDIP.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan tidak akan lompat pagar jika tidak mendapatkan rekomendasi.
Diantar sekitar 100 orang dari BMI Buleleng dan Loyalis Dokter Caput (LDC), Dokter Caput mengambil formulir calon bupati ke Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Buleleng pada Sabtu (4/5) pukul 10.00 Wita.
Ia datang mengenakan baju hitam, cukup berbeda dengan sejumlah orang yang telah datang lebih dulu mengambil formulir, yang mengenakan baju merah.
Bahkan sebelum mengambil formulir, ia mengaku masih sempat melakukan aksi fogging atau pengasapan sarang nyamuk di Lingkungan Bakung, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada pukul 07.00 Wita.
Mengenai motivasi mengambil formulir calon bupati, ia mengaku memiliki sejumlah ide dan gagasan yang merupakan implementasi nafas dari PDIP, yaitu pro rakyat.
Ide dan gagasan itu didapatkan ketika ia sering turun dan berjumpa dengan masyarakat dalam sejumlah kegiatan.
“Ternyata kita bisa menyelesaikan masalah masyarakat, hanya dengan memegang kebijakan. Dari sinilah, dengan dorongan teman-teman, untuk ikut maju dan tampil demi mewujudkan ide dan gagasan itu untuk masyarakat. Saya ambil formulir calon bupati,” katanya usai pengambilan formulir.
Ia mengaku menyiapkan sejumlah program dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Tentu, lanjut Dokter Caput, ada masalah pangan dan pertanian yang muncul.
“Yang paling penting kita sentuh apa? Kita sentuh BTN, yaitu buruh, tani, dan nelayan. Sehingga apapun nantinya kebijakan kita, harus pro ke rakyat,” lanjutnya.
Disinggung mengenai isu dilirik Golkar, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Buleleng itu menjawab, bahwa ia bertekad untuk tetap berada di PDIP.
Karena menurutnya, untuk peduli dan berperan demi masyarakat tidak harus menjadi bupati atau wakil bupati.
Katanya, ia yang kini sudah menjadi dokter dan dosen, juga memiliki peran untuk melayani masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan Buleleng.
“Rasanya pasti semuanya ya berkeinginan (untuk maju ke pilkada), tapi bagi saya sudah bertekad untuk tetap berada di PDIP. Nafas dan denyut jantung saya ada di partai ini,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna mengatakan dengan kedatangan sejumlah kader belakangan ini untuk mengambil formulir Pilkada Buleleng 2024, menjadi bukti bila kader partai berlogo banteng moncong putih itu sangat siap bertarung.
Terlebih lagi, dari hasil penjaringan internal sudah muncul sembilan nama kader yang potensial. Hal ini, lanjut Supriatna, merupakan buah dari tidak adanya incumbent atau petahana. Sehingga semua kader memiliki peluang untuk mendapatkan rekomendasi.
“Ini menunjukkan PDIP Buleleng memiliki kaden yang pantas dan layak pimpin Buleleng. Tidak adanya petahana, juga jadi faktor banyak nama yang muncul,” ujarnya.
Tercatat, yang sudah mengambil formulir untuk Pilkada Buleleng di PDIP yaitu I Nyoman Sutjidra, Nyoman Arya Astawa, Ketut Rochineng, dan Ketut Putra Sedana. ***
Editor : Donny Tabelak