Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Diantar A2WK dan IMS, Sukrawan Resmi Daftar Pilkada Buleleng di PDIP

Francelino Junior • Sabtu, 11 Mei 2024 | 01:10 WIB
Dewa Sukrawan (kemeja kotak pink) resmi mendaftarkan dirinya untuk maju ke Pilkada Buleleng lewat PDIP.
Dewa Sukrawan (kemeja kotak pink) resmi mendaftarkan dirinya untuk maju ke Pilkada Buleleng lewat PDIP.

SINGARAJA-Dewa Nyoman Sukrawan resmi mendaftarkan dirinya ke PDI Perjuangan (PDIP) untuk maju ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng 2024.

Kepastian ia maju lewat partai banteng moncong putih, ditandai dengan penyerahan kembali formulir pendaftaran ke Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Buleleng pada Jumat (10/5) pukul 16.06 Wita.

Eks Ketua DPC PDIP Buleleng, Dewa Nyoman Sukrawan kembali melakukan manuver politiknya.

Setelah ia mendaftarkan diri ke NasDem dan Hanura, juga menjajagi Gerindra, Sukrawan resmi mendaftarkan dirinya ke partai lamanya itu.

Sukrawan mengaku tidak memiliki sebuah pertimbangan untuk mendaftarkan dirinya di PDIP.

Tetapi yang jelas, lanjutnya, karena partai politik yang membuka ruang dan pintu bagi kader dan non kader, salah satunya PDIP, sehingga ia sebagai masyarakat Buleleng merasa memiliki hak untuk mencoba peruntungan mendapatkan rekomendasi.

Disinggung mengenai keseriusannya untuk maju ke Pilkada Buleleng, Sukrawan mengaku ia tidak main-main.

Meskipun ia juga mendaftarkan diri di partai lainnya. Karena menurutnya, dengan partai membuka ruang dan peluang, termasuk dengan manuvernya, menunjukkan bahwa masyarakat Buleleng siap menyongsong pesta demokrasi. 

“Kalau sudah mendaftar kan tidak ada kata main-main, kalau main-main itu di luar. Kalau orang sudah daftar, itu cirinya orang serius. Semua masih cair, karena semua rekomendasi turunnya dari DPP, yang penting kita berikhtiar di sini,” ujarnya.

Sukrawan kembali menegaskan, bila masuknya ia ke sejumlah partai bukanlah teknik jitu, melainkan hal biasa dalam politik. 

“Intinya begini kalau ada parpol buka pintu pada kader dan non, itu ada hak untuk kita daftar. Kalau ada parpol tutup pintu, kalau jendelanya terbuka kita lewat jendela. Itu kan semua proses,” jawabnya diselingi canda.

Yang menarik, kedatangannya untuk menyerahkan kembali formulir pendaftaran diantar oleh Anak Agung Wiranata Kusuma (A2WK) dan I Made Sundayana (IMS).

Tentu ini menjadi pertanyaan besar, karena dua orang tersebut juga memiliki keinginan untuk maju ke Pilkada Buleleng dan sudah mendaftarkan diri lewat NasDem.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat Bali itu beralasan, dengan mengajak dua tokoh tersebut untuk menunjukkan keguyuban atau akur.

Bahkan ia berkelakar, jika ada bakal calon yang hendak mendaftar, selayaknya diantar beramai-ramai. Karena menurut Sukrawan, pesta demokrasi bukan untuk bertarung, tetapi mencari panggung untuk mensejahterakan masyarakat.

Untuk diketahui, Sukrawan dipecat dari PDIP pada tahun 2016 lalu karena saat itu, bertepatan dengan Pilkada Buleleng 2017, ia nekat maju melalui jalur perseorangan bersama Gede Dharma Wijaya, melawan Putu Agus Suradnyana-I Nyoman Sutjidra yang diusung PDIP.

Sehingga dengan kembali mendaftarkan diri untuk Pilkada Buleleng ke PDIP, bahkan mengenai Kartu Tanda Anggota (KTA) bila ia mendapatkan rekomendasi, Sukrawan mengaku menyerahkan sepenuhnya ke pimpinan partai.

“Kalau masalah KTA, itu kan nanti urusan AD/ART partai. Sepanjang nanti PDIP berikan rekomendasi sesuai dengan aturan main partai, kalau wajib ber-KTA, ya ber-KTA. Itu kan tergantung situasi dan kondisi,” tandasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna mengatakan bila ia dan partainya tidak ikut campur dengan urusan Sukrawan yang mendaftarkan diri ke sejumlah partai, selain ke PDIP. 

Apalagi dari PDIP, tidak ada surat atau instruksi yang keluar mengenai larangan terhadap bakal calon di pilkada yang mendaftar di banyak partai, ikut mendaftar juga ke PDIP.

“Mau yang dilakukan atau strategi mereka, kita tidak ikut campur. Kita terbuka, karena selama ini tidak ada surat atau instruksi yang melarang orang yang mendaftar di tempat lain, mendaftar juga ke kita,” jelasnya.

Disinggung mengenai Sukrawan kembali mendapatkan KTA PDIP, Supriatna menerangkan bila keputusan itu diambil bila dalam kongres, usulan tersebut disetujui.

“Itu diputuskan ke kongres. Apakah disetujui atau tidak, seseorang yang dipecat atau dikeluarkan dari keanggotaan, kembali lagi,” tandasnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#pdip buleleng #Pilkada Buleleng #nasdem