Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kampanye Pilkada Buleleng 2024, KPU Bali Sarankan Para Calon Sesuaikan Zaman

Francelino Junior • Jumat, 24 Mei 2024 | 04:05 WIB
Ilustrasi pemilihan kepala daerah di Buleleng, Bali.
Ilustrasi pemilihan kepala daerah di Buleleng, Bali.

SINGARAJA-Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan menyarankan kepada para calon di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng 2024, agar dalam kampanyenya dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Menurutnya, inovasi kampanye sangat dibutuhkan untuk menggaet para pemilih, terlebih saat ini pemilih pemula dan milenial lebih mendominasi.

Kampanye melalui digital atau secara online, dinilai lebih memberikan keuntungan dan mendekatkan karakter calon kepada masyarakat.

Apalagi saat ini, perkembangan teknologi sangat cepat terjadi.

Lidartawan menyarankan kepada para calon kepala daerah di Buleleng, untuk tidak fokus pada penyebaran baliho sebagai media kampanye.

Tetapi, sudah seharusnya para calon untuk memanfaatkan digitalisasi seperti video. Tujuannya, untuk menyampaikan secara langsung mengenai sosok dan programnya.

Dengan itu, masyarakat akan lebih cepat mengenal dan memahami para calon yang ada. Juga dengan program-program yang ditawarkannya.

“Lebih baik membuat video pendek dengan cermat untuk mempromosikan diri untuk meyakinkan pemilih. Maka dengan begitu masyarakat jadi tahu apa program kerjanya. Kalau hanya dengan baliho saja kan masyarakat tidak tahu,” ujar Lidartawan saat berkunjung ke Buleleng pada Rabu (22/5).

Untuk diketahui, di Kabupaten Buleleng ada sejumlah tokoh yang berpotensi maju dalam pertarungan merebut jabatan Buleleng 1 (bupati) dan Buleleng 2 (wakil bupati).

Dari pantauan Radar Bali di sejumlah media sosial, TikTok menjadi pasar utama dalam mempromosikan diri, selain Instagram, Facebook, dan YouTube.

Yang tampak aktif membagikan kegiatannya di media sosial yakni Gede Supriatna, Ketut Putra Sedana dengan nama beken Dokter Caput, I Nyoman Sutjidra, Nyoman Arya Astawa atau Mang Dauh, I Nyoman Sugawa Korry, Ketut Ngurah Arya, Ketut Rochineng, Kadek Doni Riana, hingga Gede Suardana.

Kata Lidartawan, perubahan pola kampanye yang menggunakan media digital, juga diyakini dapat mengurangi ulah-ulah makelar politik.

“Penggunaan video dinilai lebih mudah dalam memberikan edukasi kepada pemilih atas program-program yang dirancang untuk kepentingan pembangunan wilayah,” pungkasnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#kampanye #KPU Buleleng #Pilkada Buleleng #inovasi