Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Koordinator Staf Khusus Presiden Tawarkan Sosok Jenderal Asal Buleleng Sebagai Calon Pemimpin Bali

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 27 Mei 2024 | 00:41 WIB
ELITE TNI: Stafsus Presiden Jokowi yakni Ari Dwipayana (kanan) bersama Letjen TNI I Nyoman Cantiasa (kiri) di sela WWF 2024.
ELITE TNI: Stafsus Presiden Jokowi yakni Ari Dwipayana (kanan) bersama Letjen TNI I Nyoman Cantiasa (kiri) di sela WWF 2024.

RadarBuleleng.id - Bursa calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Bali semakin hangat. Kini muncul sosok-sosok yang dikabarkan siap menantang Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster.

Belum lama ini muncul nama mantan Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra alias Rai Mantra. Rai Mantra kini tercatat sebagai anggota DPD RI terpilih periode 2024-2029.

Selain itu ada sosok Made Muliawan Arya alias De Gadjah. Dia adalah Ketua DPD Gerindra Bali.

Suhu politik semakin dihangatkan oleh Koordinator Staf Khusus Kepresidenan, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana. 

Pria yang akrab disapa Gung Ari itu merupakan sosok yang dekat dengan Presiden Joko Widodo.

Gung Ari pun ikut angkat bicara terkait tokoh-tokoh pemimpin yang dimiliki Bali. Terutama menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Bali.

Pilkada Bali sendiri akan dilaksanakan pada 27 November 2024 mendatang.

Baca Juga: Pj Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya Masuk Bursa Cagub Bali dari Golkar, Sugawa Korry Buka Suara

Gung Ari berpandangan, Bali punya banyak tokoh yang memiliki kemampuan mumpuni sebagai kepala daerah. Terutama pada Pilkada Bali 2024.

Pada ajang World Water Forum (WWF), pihaknya pun banyak bertemu dengan tokoh-tokoh Bali yang potensial.

Beberapa diantaranya adalah Rai Mantra serta Letjen TNI I Nyoman Cantiasa. Cantiasa merupakan sosok jenderal asal Desa Bubunan, Buleleng.

Gung Ari mengungkapkan, dirinya sudah lama mengenal kedua sosok tersebut.

"Saya mengucapkan selamat pada Gus Rai Mantra yg baru saja terpilih menjadi anggota DPD RI,” ujarnya.

Khusus soal sosok Nyoman Cantiasa, Gung Ari mengatakan dirinya sudah mengenal baik Cantiasa.

Cantiasa pernah menjabat sebagai Komandan Korem 163/Wirasatya di Bali. Dia juga pernah memimpin pasukan elite TNI Angkatan Darat, yakni Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Cantiasa tercatat pernah menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus pada periode 2019-2020. 

“Dengan Pak Nyoman Cantiasa juga saya sudah  kenal lama, sampai saat ini ketika mengemban tugas dari Presiden Jokowi sebagai Wakil Kepala BIN," terangnya. 

Menurut Gung Ari, dirinya sempat berdiskusi dengan kedua tokoh tersebut. Isu yang dibahas tentang isu kebangsaan, situasi politik nasional, dan tentu saja Bali.

Gung Ari menjelaskan Bali tengah menghadapi tantangan yang sangat berat, baik secara internal maupun eksternal. 

Diantaranya, bonus demografi yang harus ditangani dengan baik, serta revolusi industri dan kompetisi sektor pariwisata yang semakin sengit. 

Kedua tantangan tersebut memerlukan kepemimpinan yang kuat dan efektif. 

"Menurut saya, Bali perlu pemimpin yg pesaje dan seken-seken membela kepentingan Bali. Butuh leader, bukan dealer," cetusnya. 

Baca Juga: Pilgub Bali 2024, Giri Prasta Sebut Kader Banteng di Badung Usulkan Paket Dirinya dan Koster

Ia memaparkan Bali butuh pemimpin yang mampu menyelesaikan masalah-masalah publik saat ini maupun ke depan, terutama yang mendesak. 

Masalah yang dimaksud ialah penanganan sampah, kemacetan, ketimpangan pembangunan antar daerah, kemiskinan, sampai dengan problem lemahnya daya saing dan semrawutnya tata kelola pariwisata Bali.

"Ke depan Bali juga menghadapi tantangan  dalam penyiapan SDM Bali yang unggul," jelasnya.

Ia menilai Bali punya banyak stok pemimpin yang bereputasi nasional, dengan pengalaman dan rekam jejak kepemimpinan yang kuat. Tokoh-tokoh ini harus diajak untuk bersama-sama memajukan Bali.

"Jangan nyape kadi aku, merasa paling tahu, paling memiliki kuasa dan juga merasa paling berbuat untuk Bali," bebernya. 

Pria yang juga dosen Universitas Gajah Mada itu menyatakan, tokoh Bali yang berkiprah di nasional dipandang sebagai aset dan kekuatan Bali yang harus  diajak saling bekerjasama dalam sebuah tim untuk memperjuangkan kemajuan Bali.

"Tokoh Bali yang bagus jangan justru dimusuhi, dijauhi atau disingkirkan. Justru mereka harus ditempatkan di posisi yg  tepat, baik di Bali maupun nasional untuk sama-sama memperjuangkan kepentingan Bali," jelasnya. 

Ketiga, dengan stok pemimpin yang banyak itu maka tokoh itu perlu dipertimbangkan pada ajang pilkada baik di Provinsi maupun Kabupaten/Kota. 

Dengan frontal Gung Ari mengatakan jangan sosok itu lagi, itu lagi. Seolah-olah Bali mengalami krisis pemimpin dan kekurangan stok pemimpin.

"Karena itu partai-partai yang menjadi pintu utama kandidasi pada proses Pilkada  perlu membuka diri. Jangan terjebak pada egosentrisme kepartaian," jelas Pria asal Ubud, Gianyar, itu. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pilkada bali #staf khusus presiden #pilkada #I Nyoman Cantiasa #jenderal #Ari Dwipayana #buleleng