Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Pilkada Jembrana, Suardana dan Ipat Berebut Rekomendasi Partai Golkar

Muhammad Basir • Kamis, 18 Juli 2024 | 00:26 WIB
Baliho Ketua DPD II Partai Golkar Jembrana I Made Suardana sebagai kandidat bakal calon wakil bupati Jembrana.
Baliho Ketua DPD II Partai Golkar Jembrana I Made Suardana sebagai kandidat bakal calon wakil bupati Jembrana.

radarbuleleng.id - Partai Golkar Jembrana memiliki dua kandidat bakal calon wakil bupati untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang. Yakni, I Gede Ngurah Patriana Krisna dan I Made Suardana.

Hal tersebut berdasarkan survei internal partai sebagai salah satu syarat mendapat rekomendasi calon dari pengurus pusat Partai Golkar.

Ketua DPD II Partai Golkar Jembrana I Made Suardana menegaskan, mengenai survey internal Partai Golkar dimulai pada Minggu depan. "Minggu depan akan dimulai, akan segera di mulai," ujarnya.

Suardana menegaskan, survei kedua yang dilakukan Partai Golkar tersebut hanya diikuti oleh satu orang, yakni Suardana sendiri sebagai kandidat yang diusulkan dan tahapan-tahapan Partai Golkar.

" Yang ngikuti tahapan proses pak Suardana, yang ikut survei pak Suardana," tegasnya.

Suardana menjelaskan, Partai Golkar memiliki mekanisme yang harus dilalui.

Sebagai kader, Suardana sudah mengikuti mekanisme tahapan sesuai instruksi DPP Partai Golkar.

Pertama dari mekanisme tingkat induk partai tingkat kabupaten, kemudian mekanisme proses induk partai tingkat provinsi dan terkahir tingkat pusat.

Mengenai Ipat yang juga mengklaim mengikuti survei kedua, Suardana meminta agar menanyakan kepada Ipat. Karena Ipat juga mengatakan hanya dirinya yang mengikuti survei, maka Suardana juga bisa mengklaim hal yang sama, sebagai satu -satunya kader yang mengikuti mekanisme dan survei.

"Ya saya juga bilang saya saja yang ngikuti proses koordinasi dengan induk partai," tandasnya.

Suardana digadang-gadang sebagai bakal calon wakil bupati mendampingi calon bupati I Nengah Tamba, pasca manuver politik  I Gede Ngurah Patriana Krisna atau yang akrab disapa Ipat menyatakan mundur sebagai bakal calon wakil bupati pendamping I Nengah Tamba.

Kemudian beralih sebagai bakal calon wakil bupati pendamping I Made Kembang Hartawan.

Sementara itu, Ipat juga mengaku mengikuti survei Partai Golkar yang pertama dan kedua.

Hasil survei pertama, mendapat poin elektabilitas tertinggi sebagai bakal calon wakil bupati. Sehingga mengikuti survei kedua yang saat ini masih dalam proses. "Saya masih berproses di Partai Golkar, mengikuti survei keduanya," ujar Ipat, Rabu (17/7).

Survei tersebut sesuai mekanisme sebagai salah satu syarat untuk mendapat rekomendasi Partai Golkar sebagai kandidat calon bupati atau wakil bupati.

Pada survei kedua ini, Ipat sudah membayar biaya survei sebesar Rp 150 juta.

Ipat berharap tidak jauh beda dengan hasil survei sebelumnya, dimana hasilnya elektabilitas masih tertinggi sebagai kandidat calon bupati atau wakil bupati.

Menurutnya, sampai saat ini masih berstatus sebagai kader Partai Golkar. Karena itu, masih mengikuti proses mekanisme yang dilakukan Partai Golkar untuk mendapat rekomendasi dari Partai Golkar.

Terlepas berpasangan dengan siapapun calon bupati yang nantinya akan direstui dan mendapat rekomendasi. "Mengenai rekomendasi itu kewenangan dari DPP," tegasnya.

Namun demikian, sikap politik Ipat sudah tegas bahwa sesuai dengan perintah Partai Golkar, untuk komunikasi dengan partai apapun. Tidak terkecuali komunikasi dengan PDIP.

Setelah komunikasi dilakuan, akhirnya memantapkan diri untuk menjadi bakal calon wakil bupati berpasangan dengan bakal calon bupati dari PDIP I Made Kembang Hartawan.

"Harapannya dapat rekomendasi dari Partai Golkar sebagai calon wakil bupati bersama calon bupati pak Kembang," ungkapnya.

Karena sebelumnya, Ipat sudah menyatakan mundur sebagai bakal calon wakil bupati berpasangan dengan I Nengah Tamba sebagai calon bupati.

Sebagaimana yang diusulkan oleh koalisi lima partai politik, termasuk Partai Golkar Jembrana.***

Editor : Donny Tabelak
#bupati jembrana #pilkada jembrana #pdip #ipat #golkar #kembang hartawan