SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Spanduk yang menghadirkan sosok Dewa Nyoman Sukrawan dan Ketut Putra Sedana alias Dokter Caput, marak terpasang di penjuru Kota Singaraja.
Spanduk-spanduk tersebut menampilkan kedua sosok itu tengah berjalan bersama. Selain itu ada foto yang menunjukkan keduanya tengah mencermati informasi dalam ponsel.
Tidak ada tulisan apapun dalam spanduk itu. Sehingga memicu berbagai interpretasi terkait spanduk itu.
Dewa Nyoman Sukrawan merupakan politisi partai Demokrat. Dia kini duduk sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat Bali.
Sementara Dokter Caput merupakan politisi PDI Perjuangan. Caput merupakan Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi PDI Perjuangan Buleleng.
Baik Dewa Sukrawan maupun Dokter Caput, beberapa bulan lalu mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Buleleng lewat PDIP.
Saat dikonfirmasi, Dewa Sukrawan mengaku tidak tahu siapa yang memasang spanduk tersebut. Ia menduga relawannya yang memasang spanduk itu.
“Mungkin anak-anak di bawah yang buat,” kata Sukrawan saat dihubungi pada Minggu (28/7/2024).
Sukrawan mengaku tidak mau ambil pusing terkait dengan spanduk tersebut. Ia pun membiarkan masyarakat menilai terkait spanduk itu.
“Ya itu kan foto. Foto dipasang. Ya mau bagaimana lagi. Itu urusan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Disinggung Pilkada Buleleng, Dewa Sukrawan: Saya Tunggu Wangsit
Sementara itu, Dokter Caput mengatakan, spanduk itu bukan dipasang dirinya maupun relawannya. Ia telah meminta relawannya berhenti memasang spanduk maupun baliho.
“Spanduk itu mengotori daerah. Kedua, saya punya slogan. Saya turun, saya hadir, bukan dengan kata-kata. Bukan dengan baliho, tapi kerja nyata,” kata Caput.
Ia mengklaim sudah lama bergerak di masyarakat. Tidak ada tendensi apapun. Bukan karena pilkada kami bergerak,” ujarnya.
Menyusul spanduk tersebut, Caput meminta agar spanduk itu dicopot. Karena ia merasa spanduk itu tidak memberikan nilai positif. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya