Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Bawaslu Bali Pelototi Sekda yang Main Politik

Ida Bagus Indra Prasetia • Sabtu, 3 Agustus 2024 | 23:01 WIB
Fintje Bawengan, pemerhati pemilu saat Rapat Koordinasi di Gianyar, Jumat (2/8) kemarin.
Fintje Bawengan, pemerhati pemilu saat Rapat Koordinasi di Gianyar, Jumat (2/8) kemarin.

GIANYAR, radarbuleleng.id- Kontes pilkada 2024 diwarnai dengan munculnya Sekretaris Daerah (Sekda) diduga cawe-cawe dalam dunia politik.

Di sejumlah daerah di Bali, sejumlah tingkah sekda terekam oleh publik.

Ada Sekda yang terang benderang dekat dengan pasangan calon. Ada yang ikut menggalang dukungan di parpol. Ada yang wajahnya terpampang di baliho.

Terkait aksi cawe-cawe Sekda di ajang Pilkada diakui oleh Ketua Bawaslu Provinsi Bali, Putu Agus Tirta Suguna. Itu diutarakan saat rapat koordinasi Bawaslu bersama stakeholder di Gianyar, Jumat (2/8).

”Terkait itu, tetap ditelusuri. Kaji. Hasil kajian diputuskan apa melanggar atau tidak,” ujar Suguna.

Di Bawaslu, penelusuran terkait Sekda maupun jajaran ASN merujuk pada Undang-undang dan turunan serta aturan lainnya.

”Kami minta agar sekda beri contoh dan teladan ke ASN,” jelasnya.

Diakui, selama ini ada indikasi sekda terlibat dalam dunia politik. ”Memang ada indikasi kedekatan dengan parpol. Peran dan fungsi sebagai pembina jadi panutan,” pintanya.

Apabila ditemukan ada sekda terlibat politik, maka Bawaslu akan menyerahkan ke KASN.

”Sanksi diserahkan ke KASN berdasarkan hasil kajian di lapangan,diputuskan ke KASN,” imbuhnya.

Disinggung soal sekda yang dekat ke salah satu parpol, Agus Suguna menilai hal itu bersifat dinamis.

”Selama ini, dinamika dinamis. Kami imbau seluruh jajaran taat,” jelasnya.

Dalam penelusuran yang sempat dilakukan, Sekda di Kabupaten Bangli disinyalir terlibat.

”Ada satu kasus di Bangli. Itu sudah kami dalami. Di Gianyar, belum. Kami ingin tetap jaga netralitas,” jelasnya.

Mengenai sekda di Bangli, Bawaslu belum sampai mendalami. Karena sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra memilih mundur dari jabatan sekda pada akhir Juli 2024.

Sebagai pengganti sementara ditunjuk plh, yakni Asisten Ari Pulasari.

Sementara itu, pemerhati pemilu Fintje Bawengan menilai sekda yang diduga cawe-cawe karena dua hal. Pertama karena ingin mengamankan posisi.

”Kedua, ingin menjadi calon,” ujarnya.

Kata dia, semuanya telah diatur oleh peraturan yang berlaku. Kini tinggal dijalankan untuk menegakkan aturan tersebut. ***

Editor : Donny Tabelak
#bawaslu #Sekda Bangli #Pilkada Bangli #asn