SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Para pendukung politisi PDI Perjuangan, Nyoman Arya Astawa alias Mang Dauh mengancam tidak memilih alias golput pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng 2024.
Kelompok loyalis yang menamakan diri Semeton Mang Dauh (SMD) itu mengancam golput, gara-gara Mang Dauh dikabarkan gagal mendapat tiket menjadi calon Wakil Bupati Buleleng.
Sejak awal, para loyalis itu berharap agar Mang Dauh bisa maju sebagai calon wakil bupati, mendampingi dr. I Nyoman Sutjidra, yang diplot menjadi calon Bupati Buleleng.
Apalagi keduanya kerap bersama-sama dalam berbagai kegiatan. Bahkan Sutjidra dan Mang Dauh juga sering melakukan kegiatan bersama.
Baca Juga: Masuk Bursa Bacawabup Buleleng, Mang Dauh: Kalau Alam Berkehendak, Kita Jalani
Terkait ancaman golput itu, Mang Dauh akhirnya angkat bicara. Ia meminta agar loyalisnya tenang.
“Saya sampaikan sering masih menjalani proses. Saya kader PDIP sah sekarang, jadi tetap tegak lurus dengan amanat dan perintah partai,” katanya.
Ia mengaku sejak awal tahun ini kerap muncul isu yang memasangkan dirinya dengan Nyoman Sutjidra yang notabene mantan wakil Bupati Buleleng.
“Itu kan opini masyarakat. Sah-sah saja. Namanya perjalanan hidup, hanya Tuhan yang menentukan. Kalau kedepan kehendak Tuhan itu saya dengan beliau (Sutjidra, Red) itu kehendak semesta,” ujar Mang Dauh.
Baca Juga: PDI Perjuangan Usulkan Tiga Nama Jadi Calon Ketua DPRD Buleleng
Sementara itu Ketua KPU Buleleng, Komang Dudhi Udiyana menyayangkan wacana golput yang didengungkan oleh pendukung salah seorang politisi.
Meski hanya sekedar isu, semestinya hal itu tidak terjadi. Sebab KPU sedang kerja keras meningkatkan partisipasi pemilih.
“KPU sedang berusaha meningkatkan partisipasi menjadi 75 persen, karena saat 2017 lalu partisipasi pemilih itu hanya 56 persen,” ujarnya.
Dudhi yakin isu golput tersebut hanya angin lalu. Ia juga meyakini bila partisipasi pemilih akan meningkat.
“Kami sadar masyarakat Buleleng banyak yang merantau keluar wilayah. Jadi kami coba pendekatan dengan perantau, supaya mereka mau pulang ke Buleleng untuk menyalurkan hak suara,” demikian Dudhi.
Seperti diberitakan sebelumnya, PDI Perjuangan dikabarkan memberikan rekomendasi kepada pasangan dr. I Nyoman Sutjidra dan I Gede Supriatna sebagai calon Bupati dan calon Wakil Bupati Buleleng.
Kabar itu membuat para pendukung Nyoman Arya Astawa alias Mang Dauh meradang.
Kelompok loyalis yang menamakan diri Semeton Mang Dauh mengaku kecewa dengan rekomendasi itu. Mereka mengancam golput pada Pilkada Buleleng 2024.
Alasannya, selama ini Sutjidra dan Mang Dauh kerap melakukan kegiatan bersama. Keduanya juga telah bergerak bersama-sama sejak tahun lalu. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya