DENPASAR, radarbuleleng.id-Meski kini memilih terjun ke dunia politik dan menjadi bakal calon wakil bupati Tabanan berpasangan dnegan I Nyoman Mulyadi, Sengap hingga saat ini menyebut dirinya tetap sebagai seorang seniman.
Pria bernama lengkap I Nyoman Ardika ini juga tak mau ambil pusing usai adanya isu yang menyebut dirinya diboikot oleh salah satu desa adat untuk tak boleh tampil di sejumlah acara kesenian di lokasi desa tersebut.
Dia mengatakan urusan baokit memboikot tersebut adalah hak semua orang. Semisal ada salah satu desa adat di Tabanan yang memboikot dirinya untuk tampil, Sengap menganggap itu sah-sah saja.
Dia pun mendiklair dirinya tetaplah seorang seniman, meski kini menjadi calon wakil bupati.
"Seniman itu pasti. Saya berawal dari seorang seniman. Cuma bedanya nanti, kalau astungkara kalau saya diijinkan untuk menjadi Wakli Bupati di Tabanan, aktivitas berkesenian saya, saya ngayah," katanya saat ditemui di Denpasar, Selasa (27/8).
Dia menjelaskan, jika nanti terpilih, dia tak akan lagi meminta bayaran saat tampil di panggung bondres yang digelar untuk menghibur masyarakat.
Jika nanti dia terpilih sebagai wakil bupati, maka dia berjanji akan berbaur dengan masyarakat saat diundang sebagai seniman.
"Jadi besok mengundang bukti bukan mengundang pejabat. Tapi mengundang wakil rakyat untuk berbaur bersama-sama. Kita mebondres sambil memaparkan program wilayah dan mengajak masyarakat mencintai dan membangun wilayah Tabanan," lanjutnya.
Guna kelancaran proses pendaftaran sebagai calon wakil bupati, Sengap juga mengaku saat ini dirinya sedang cuti dari grup bondres Celekontong Mas. Hal itu dia lakukan guna kelancaran proses hingga kampanye nanti.
"Biar tidak mengganggu aktivitas. Tidak enak nanti teman-teman nanti terpengaruh sampai di proses kampanye saya off dulu," imbuhnya.
Dia juga mengaku jika komunikasi antara dirinya dengan para personel di Celekontong Mas lainnya saat ini baik-baik saja. Bahkan a
Personel lain juga memberi suport penuh terhadap proses majunya Sengap di Pilkada serentak kali ini.
"Mereka memberi suport termasuk berdoa. Kemudian kebanyakan mereka bukan dari Tabanan. Sehingga tidak bisa memberi suport secara pemilihan langsung. Tapi dari mulut ke mulut mereka membantu," tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak