KUBUTAMBAHAN, RadarBuleleng.id - Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Wayan Koster mengklaim telah meletakkan pondasi dalam penguatan adat dan budaya di Bali.
Pondasi itu ia bangun saat memimpin Bali pada periode pertama. Yakni periode tahun 2018-2023.
Menurut Koster, pihaknya membangun Bali dengan mengedepankan visi Nangun Sad Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru.
Visi itu merupakan komitmen memperkuat adat istiadat. Mulai dari menggunakan aksara Bali, serta menggunakan busana adat Bali tiap hari Kamis, Purnama, dan Tilem.
“Bahkan seperti hari ini, semua hadir menggunakan busana adat,” kata Koster saat kampanye Pilkada Bali di GOR Besi Mejajar, Kubutambahan, Buleleng, Selasa (1/10/2024).
Menurut Koster, pengenaan busana adat tersebut bukan semata-mata untuk menguatkan identitas masyarakat Bali.
Koster mengklaim kebijakan itu juga berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat di Bali.
“UMKM yang memproduksi busana adat Bali makin banyak. Pegawai bank, hotel, restoran, siswa, guru, pakai baju adat,” katanya.
Selain itu dia juga mewajibkan para pegawai mengenakan busana endek setiap Selasa. Sehingga kebijakan itu juga menggerakkan para perajin endek,
“Tiap hari Selasa menggunakan busana endek Bali, sehingga juga berkembang produsen dan pedagang busana endek,” katanya.
Koster juga turut menyinggung soal potensi produk lokal Bali yang tidak kalah dengan daerah lain. Sehingga harus dioptimalkan. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya