Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Kampanye di Desa Depeha, Sutjidra-Supriatna Janji Siapkan Teknologi Pasca Panen. Bisa Kendalikan Harga Mangga

Eka Prasetya • Kamis, 10 Oktober 2024 | 21:01 WIB

 

JANJIKAN TEKNOLOGI PASCA PANEN: Suasana kampanye pasangan Sutjidra-Supriatna di Desa Depeha.
JANJIKAN TEKNOLOGI PASCA PANEN: Suasana kampanye pasangan Sutjidra-Supriatna di Desa Depeha.

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pasangan calon Bupati Buleleng dan calon Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna menggelar kampanye di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan.

Pasangan yang menamakan diri paket JOSS 24 itu bertemu dengan warga di Desa Depeha, serta melakukan tatap muka dengan para petani mangga.

Dalam kampanye serangkaian Pilkada Buleleng tersebut, calon Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra berjanji membawa teknologi pasca panen untuk Desa Depeha pada Kamis (10/10/2024).

Menurut Sutjidra, Desa Depeha merupakan desa yang sangat potensial dalam hal pertanian, terutama komoditas buah-buahan.

Desa tersebut dikenal sebagai pusat penghasil mangga harum manis di Buleleng, bahkan di Provinsi Bali.

Namun harga buah mangga di Desa Depeha sangat fluktuatif. Harga nyaris sepenuhnya dikendalikan oleh para tengkulak.

Bahkan mangga Desa Depeha, dikemas dalam wadah yang disiapkan pengepul dengan branding yang identik dengan mangga harum manis dari Pulau Jawa. Selanjutnya mangga itu dijual ke Bali.

“Mangga yang dapat predikat juara satu itu mangga Depeha. Masalahnya setelah dijual petani, dibawa ke Jawa, dicap sebagai Mangga Probolinggo, lalu dibawa lagi ke Bali, dijual di Bali,” ujarnya.

Dampaknya petani mengalami kerugian yang cukup besar. Sebab petani hanya mendapatkan harga dasar. 

Di hadapan para petani, dia berjanji akan membawa teknologi pasca panen untuk sektor pertanian dan perkebunan. Teknologi itu adalah iradiator gamma.

“Kalau buah dimasukkan ke alat ini, bisa bertahan antara 3-6 bulan,” ujarnya.

Nantinya, saat harga buah jatuh maka buah-buah bisa melalui proses iradiator gamma sehingga masa simpan menjadi lebih panjang.

“Kalau harganya bagus, baru dilepas. Sehingga petani juga bisa dapat harga yang wajar,” ujarnya.

Bukan itu saja, Sutjidra juga berjanji akan menyiapkan pelatihan pengolahan pasca panen. Sehingga tumbuh UMKM baru di desa tersebut.

“Kalau over produksi, mangga bisa diolah jadi keripik atau asinan. Ini bisa menggerakkan UMKM juga,” ungkap Sutjidra.

Terpisah, calon wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna mengatakan pasangan JOSS 24 memiliki komitmen besar di bidang pertanian.

“Kami sudah siapkan alat untuk mengawetkan buah, supaya tidak cepat busuk. Itu akan dikelola Badan Usaha Milik Daerah, sehingga mangga di Depeha juga bisa diekspor ke luar negeri,” demikian Supriatna. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #Gede Supriatna #Depeha #JOSS 24 #Nyoman Sutjidra #mangga #Pilkada Buleleng #buleleng