Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Angkutan Umum Singaraja-Denpasar Mati Suri, Koster Janjikan Shuttle Bus Murah

Eka Prasetya • Minggu, 17 November 2024 | 18:14 WIB

 

KAMPANYE: Suasana kampanye Calon Gubernur Bali, Wayan Koster di Wantilan Desa Adat Sambangan,  Buleleng.
KAMPANYE: Suasana kampanye Calon Gubernur Bali, Wayan Koster di Wantilan Desa Adat Sambangan, Buleleng.

SUKASADA, RadarBuleleng.id - Calon Gubernur Bali nomor urut 2, Wayan Koster melangsungkan kampanye Pilkada Bali di Wantilan Desa Adat Sambangan, Buleleng, Minggu (17/11/2024) pagi.

Dalam agenda kampanye tersebut, Koster berjanji akan menyiapkan kendaraan shuttle bus pada jalur Denpasar-Singaraja.

Saat ini kondisi angkutan umum di jalur Singaraja-Denpasar terkesan mati suri. Armada yang tersedia cukup terbatas.

Baca Juga: Wayan Koster Minta Masyarakat Bali Tak Jual Tanahnya: Cukup Sewakan Saja!

Sebagian masyarakat kini memilih menggunakan travel. Lantaran travel memberikan kepastian waktu.

Wayan Koster berjanji akan memperbaiki infrastruktur jalan di jalur Singaraja-Denpasar. Termasuk memperbaiki infrastruktur transportasi di ruas tersebut.

Saat ini yang menjadi fokus utama dirinya adalah menuntaskan pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwi. 

"Nanti setelah Shortcut Singaraja-Mengwi tuntas sampai Titik 11 di Bangkiang Sidem, maka jarak tempuh Singaraja-Denpasar cuma satu setengah jam. Kalau malam mungkin bisa satu jam saja karena jalannya sepi," ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, ia yakin masyarakat Buleleng tidak perlu indekos di Denpasar. Cukup pulang-pergi menuju Denpasar.

"Jadi anak-anak kita yang di Buleleng kuliah di Denpasar, nanti tidak perlu ngekos lagi, bisa PP (Pulang Pergi Singaraja-Denpasar). Nanti disiapkan shuttle bus," kata Koster.

Baca Juga: Diragukan Karena Tidak Satu Komando dengan Prabowo, Begini Penjelasan Wayan Koster

Ia menyebut shuttle bus itu akan mendapat subsidi dari Pemprov Bali, sehingga tarifnya akan menjadi lebih murah dan terjangkau terutama untuk mahasiswa. 

"Untuk mahasiswa tarifnya harus jauh lebih murah lagi," tegasnya. 

Pria asal Desa Sembiran itu juga menyebut, angkutan shuttle bus jauh lebih aman, ketimbang masyarakat menggunakan sepeda motor.

"Kalau naik motor bisa kehujanan, belum lagi angin, dan resiko kecelakaan," demikian Koster. (*)

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.

Editor : Eka Prasetya
#bali #pilkada bali #kampanye #shuttle bus #angkutan #koster #wayan koster #buleleng