Bali Birokrasi Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum Kriminal Kesehatan Kuliner Nasional Nusantara Olahraga Otomotif Pariwisata Pendidikan Politik Sosial Budaya Update Buleleng

Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna Resmi Dilantik. Berikut Daftar Janji Politik Mereka

Eka Prasetya • Jumat, 21 Februari 2025 | 00:11 WIB

 

SAH!: Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra (kiri) dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna.
SAH!: Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra (kiri) dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna.
 

SINGARAJA, RadarBuleleng.id - Pasangan dr. I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna, resmi dilantik sebagai Bupati Buleleng dan Wakil Bupati Buleleng.

Keduanya dilantik Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Negara pada Kamis (20/2/2025).

Sebelum dilantik, pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna harus melalui kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Buleleng.

Pasangan Sutjidra-Supriatna menang Pilkada Buleleng dengan perolehan 227.312 suara atau 63,55 persen suara sah. 

Sementara rival mereka, yakni pasangan Nyoman Sugawa Korry dan Gede Suardana mengumpulkan 130.355 suara atau mencakup 36,45 persen suara sah.

Selama kontestasi Pilkada Buleleng 2024, pasangan Sutjidra-Supriatna sempat melontarkan sejumlah janji politik. Janji itu mereka sampaikan saat kampanye di beberapa titik.

Berikut sejumlah janji politik pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna:

Seragam Gratis

Pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna menyebut pihaknya akan menyediakan pendidikan gratis bagi masyarakat.

Selain itu, mereka juga akan memberikan subsidi bagi siswa baru. Sehingga tidak terbebani dengan biaya seragam sekolah.

“Kami akan berikan subsidi seragam baru dan sepatu baru untuk siswa baru. Baik dari PAUD, TK, SD, SMP. Kami sudah hitung, APBD kita mampu membiayai,” katanya.

Ambulance dan Penitipan Jenazah Gratis

Bidang kesehatan menjadi salah satu fokus bagi pasangan calon Bupati Buleleng dan calon Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna alias JOSS 24.

Saat duduk sebagai Wakil Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra pernah punya program unggulan. Yakni Buleleng Emergency Service (BES).

Kini setelah duduk sebagai Bupati Buleleng, dia akan menyempurnakan layanan BES yang telah ia rintis pada tahun 2015 lalu.

Nantinya layanan BES akan diperluas. Bukan sekadar melayani gawat darurat serta antar jemput pasien.

BES juga akan digunakan sebagai ambulance jenazah gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.

Pihaknya juga akan menyiapkan layanan layanan penitipan jenazah gratis di RSUD. “Selama ini masyarakat yang kesulitan penitipan jenazah maupun layanan ambulance, bisa mendapatkannya secara gratis,” ujarnya.

Diskon Pajak Bagi Petani

Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna alias pasangan JOSS 24 berjanji akan berpihak kepada para petani.  Bentuk keberpihakan itu akan diwujudkan dengan memberikan diskon pajak.

Nyoman Sutjidra berjanji memberikan diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 90 persen pada para petani yang bersedia mempertahankan sawah mereka.

“Kalau sawahnya masih bertahan, masih ditanami, kami beri insentif hingga 90 persen. Kalau misalnya setahun bayar pajak 100, petani cukup bayar 10,” kata Sutjidra.

Teknologi Iradiator Gamma

Melimpahnya hasil panen petani, terutama komoditas buah-buahan masih menjadi masalah di Buleleng. Dampaknya harga buah petani juga anjlok.

Pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna berjanji akan membawa teknologi pasca panen, sehingga buah-buahan petani bisa bertahan lebih lama.

Teknologi itu adalah iradiator gamma. Konon buah-buahan yang sudah dimasukkan ke dalam alat tersebut, bisa awet antara 3-6 bulan.

Strateginya, saat harga buah jatuh maka buah-buahan petani dimasukkan ke alat tersebut. Sehingga masa simpan buah menjadi lebih panjang.

“Kalau harganya bagus, baru dilepas. Sehingga petani juga bisa dapat harga yang wajar,” kata Nyoman Sutjidra.

Dia juga berjanji akan menyiapkan pelatihan pengolahan pasca panen. Contohnya komoditas mangga.

Apabila komoditas mangga mengalami over produksi, maka buah-buahan diolah menjadi keripik atau asinan. Sehingga bisa menggerakkan UMKM.

Subsidi Ngaben Massal

Salah satu program unggulan yang disampaikan pasangan Sutjidra-Supriatna saat kampanye adalah subsidi biaya ngaben massal.

Mereka berjanji akan memberikan subsidi biaya minimal Rp 1 juta per sawe. Biaya itu akan ditingkatkan secara bertahap menjadi Rp 2 juta per sawe.

“Kami akan memberikan subsidi sebanyak Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per sawa yang disertakan dalam ngaben massal,” kata Gede Supriatna.

Menurutnya untuk memberikan subsidi itu, pemerintah hanya perlu merogoh anggaran Rp 8 miliar. Dana itu dinilai tidak terlalu banyak untuk meringankan beban masyarakat yang memiliki kegiatan adat.

Baca Juga: Sutjidra-Supriatna Menang Pilkada Buleleng, Ini Program yang Dilaksanakan Setelah Dilantik

Beasiswa Bagi Atlet dan Mahasiswa Berprestasi

Pasangan I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna berjanji akan memberikan beasiswa bagi atlet dan mahasiswa berprestasi.

Janji itu mereka sampaikan saat melakukan uji publik di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) pada Oktober 2024 lalu.

Dalam uji publik itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna berjanji akan mengupayakan beasiswa bagi para atlet Buleleng yang telah meraih prestasi.

Mereka yang berprestasi akan difasilitasi berkuliah di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha).

“Tentu kami akan berupaya memberikan beasiswa dan kemudahan bagi mereka mengakses pendidikan di jenjang pendidikan tinggi,” kata Supriatna saat itu.

Tak hanya itu, pasangan ini juga berjanji memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang Buleleng mampu menunjukkan prestasi di bidang akademik. Terutama yang mampu meraih IPK di atas 3.5.

“IPK di atas 3.5, itu dapat beasiswa. Itu jelas, sudah ada dalam visi misi kami dan pasti kami realisasikan,” kata I Nyoman Sutjidra. 

Kembangkan Creative Hub

Sektor ekonomi kreatif disebut sebagai sektor yang menjanjikan mendorong ekonomi. Disamping sektor pertanian dan UMKM.

Pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna berencana menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu lokomotif penggerak ekonomi di Bali.

Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna menyebut cakupan subsektor dalam ekonomi kreatif sangat luas. 

Pengembangan ekonomi kreatif, tidak bisa dilakukan secara ego sektoral. Untuk itu perlu kolaborasi berbagai pihak.

Ia memandang perlu sebuah creative hub yang menjadi titik pelaku ekonomi kreatif untuk bertemu, bertukar pikiran, dan berkolaborasi.

“Kami akan mengembangkan sebuah creative hub yang mana tempat ini akan menjadi sebuah tempat berkumpul dan beraktivitas pelaku ekonomi kreatif,” katanya.

Pasangan ini juga akan memperkuat basis data para pelaku ekonomi kreatif. Sehingga pemerintah dapat memberikan pendampingan dan fasilitas yang tepat.

“Lewat ekonomi kreatif, lapangan kerja akan terbuka. Sehingga anak muda nantinya tidak perlu merantau lagi,” ungkap Supriatna.

Menempatkan Dokter Spesialis di Puskesmas

Kesehatan menjadi salah satu aspek kebutuhan dasar masyarakat. Dengan peningkatan derajat kesehatan, kesejahteraan masyarakat juga bisa meningkat.

Salah satu janji yang dituangkan pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna adalah menempatkan dokter spesialis di seluruh puskesmas yang ada di Buleleng

Kini sejumlah puskesmas memang memiliki dokter spesialis. Namun umumnya, hanya ada dokter umum, dokter gigi, bidan, serta perawat di puskesmas.

Pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna berjanji akan menempatkan dokter spesialis di 20 puskesmas yang ada di Buleleng.

Adapun dokter spesialis yang dimaksud adalah dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis anak.

Dengan menempatkan dokter spesialis, harapannya bisa menekan angka kematian ibu melahirkan, maupun kematian bayi baru lahir.

“Termasuk juga untuk mencegah stunting di Buleleng,” ujarnya.

Berikan Insentif Desa Adat dan Subak

Pasangan I Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna juga punya janji akan memajukan subak dan desa adat.

Sutjidra mengklaim pihaknya akan memberikan tambahan insentif bagi desa adat, maupun subak di seluruh Buleleng.

Khusus bagi desa adat, pihaknya akan memberikan insentif senilai Rp 50 juta hingga Rp 100 juta per tahun. Nilai itu akan disesuaikan dengan luas desa adat.

“Nilai insentif itu akan diberikan secara proporsional. Tergantung dari luas wilayah hingga jumlah krama,” kata Sutjidra.

Pasangan Sutjidra-Supriatna juga akan memberikan insentif kepada subak di Buleleng senilai Rp 10 juta setahun.

Menambah Angkutan Sekolah

Kemacetan mulai terjadi di Buleleng, khususnya di kawasan Kota Singaraja. Terutama saat jam berangkat sekolah dan jam pulang kerja.

Hal itu diduga terjadi karena terjadi lonjakan pengguna jalan. Apalagi jam berangkat sekolah dan jam berangkat kerja hampir berbarengan.

Begitu juga dengan jam pulang kantor dan jam pulang sekolah, nyaris berbarengan. Dampaknya kerap terjadi kemacetan.

Daerah yang langganan macet adalah Jalan Laksamana, Jalan Srikandi, dan Jalan Ahmad Yani, Singaraja.

Mengatasi hal tersebut, pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna punya ide menambah bus sekolah bagi siswa dan mahasiswa. 

Bus yang digunakan merupakan bus berukuran medium, sehingga sesuai dengan kondisi jalan di Buleleng.

“Nanti siswa dan mahasiswa cukup menggunakan angkutan yang tersedia. Ini juga akan membantu mereka lebih disiplin dan tepat waktu,” ungkap Sutjidra. 

Menata Kawasan Kampung Bugis

Pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna pernah berjanji akan menata kawasan Kelurahan Kampung Bugis, khususnya di Jalan Pattimura.

Kondisi ruas jalan tersebut dinilai semrawut. Banyak kendaraan dengan tonase besar melintas, sehingga menyebabkan jalan cepat rusak.

Ditambah lagi, ada beberapa pengusaha rongsokan di sana. Terkadang truk mereka parkir di tepi jalan, sehingga membuat arus lalu lintas padat.

Belum lagi barang rongsokan yang diletakkan sembarangan di atas trotoar. Bahkan kadang meluber hingga ke pinggir jalan.

Saat bertemu komunitas muslim di Restoran Manalagi, Singaraja, Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra berjanji menata kawasan tersebut.

“Kita akan adakan pendekatan kepada pelaku-pelaku usaha besi tua supaya tidak memakai bahu dan badan jalan itu, ini sangat mengganggu sehingga sering meningkatkan kecelakaan. Bagaimana trotoar itu bisa dimanfaatkan pejalan kaki,” kata Sutjidra.

Beasiswa dan Kredit Pekerja Migran

Lebih dari 10 ribu penduduk di Buleleng kini bekerja sebagai pekerja migran. Mayoritas terjun di sektor pariwisata.

Ada yang bekerja di sektor perhotelan dan restoran. Ada juga yang bekerja di kapal pesiar.

Pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna menyadari kondisi tersebut. Mereka menyebut animo masyarakat bekerja di luar negeri cukup tinggi.

Untuk itu, mereka berdua akan memberikan kemudahan bagi warga Buleleng yang ingin bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Kami akan menyediakan beasiswa pelatihan bagi tenaga kerja dan calon pekerja migran. Termasuk memberikan kemudahan kredit bagi pekerja migran,” kata Nyoman Sutjidra.

Selain itu, mereka juga akan mendorong pertumbuhan wirausaha serta UMKM. Caranya dengan menyediakan pelatihan dan inkubator bisnis.

Rumah Sakit Baru di Gerokgak dan Tejakula

Pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna berjanji akan membangun fasilitas rumah sakit baru di Kecamatan Gerokgak dan Kecamatan Tejakula.

Keberadaan rumah sakit baru itu akan menambah rumah sakit daerah yang telah ada di Buleleng. Yakni RSUD Buleleng, RSUD Tangguwisia, dan RSUD Giri Emas.

Pasangan ini mengklaim RSUD baru di Kecamatan Gerokgak dan Tejakula sangat diperlukan. Sebab warga dari kedua kecamatan itu cukup jauh untuk mengakses layanan kesehatan di rumah sakit.

“Apalagi di Gerokgak bagian barat. Seperti terisolasi mereka. Penduduknya banyak. Tapi kalau ada kasus gawat darurat, mau dibawa ke rumah sakit, jauh,” kata Nyoman Sutjidra.

Setelah dilantik, semoga pasangan Nyoman Sutjidra dan Gede Supriatna dapat mewujudkan janji-janji yang telah mereka sampaikan pada masyarakat Buleleng. (*)

Editor : Eka Prasetya
#I Nyoman Sutjidra #Gede Supriatna #bupati buleleng #Wakil Bupati Buleleng #Pilkada Buleleng #buleleng #janji politik