SINGARAJA, RadarBuleleng.id - DPRD Buleleng berupaya agar dana Bantuan Keuangan Khusus (BKK) yang telah diberikan Pemkab Badung pada tahun 2024 lalu, bisa cair seluruhnya.
Mengingat dana yang dicairkan oleh Pemkab Badung merupakan dana gelondongan. Bukan dana per proposal kegiatan.
Sebanyak 128 desa di Buleleng, memang mendapatkan dana BKK dari Pemkab Badung pada tahun 2024.
Setiap desa mendapatkan bantuan sebanyak Rp 1 miliar. Hanya Desa Sembiran saja yang tidak mengajukan BKK.
Dalam perjalanannya, sejumlah desa baru bisa mengajukan amprah pencairan dana pada Desember lalu.
Khusus kegiatan non fisik, pemerintah langsung mencairkan dana tersebut. Sementara untuk kegiatan fisik, pemerintah baru mencairkan anggaran sebanyak 30 persen.
Baca Juga: Dapat BKK dari Pemkab Badung, Sejumlah Desa di Buleleng Ternyata Belum Kerjakan Proyek Fisik
Masalahnya, pada tahun 2024 lalu ada 9 desa di Buleleng yang belum mengajukan amprah pencairan dana proyek fisik.
Alasannya bermacam-macam. Ada proyek yang tidak sesuai kewenangan desa, ada juga yang masih terkendala status tanah untuk proses pembangunan.
Dampaknya, desa-desa yang belum mengajukan amprah dana proyek fisik, akan kehilangan haknya menerima BKK. Sebab dana itu harus dikembalikan ke Pemkab Badung.
Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya mengatakan, pihaknya akan meminta penjelasan terkait pemanfaatan dana BKK dari Pemkab Badung.
Ngurah Arya meyakini desa-desa yang tidak mengajukan amprah dana mengalami kendala. Karena proses yang cukup mepet.
“Bukannya desa tidak mau. Tapi ada proses yang memang tidak bisa diselesaikan secara instan,” kata Ngurah Arya.
Ngurah Arya menyebut, dana BKK yang digelontorkan Pemkab Badung bersifat kolektif. Bukan bersifat desa per desa.
“Mudah-mudahan yang dimaksud 30 persen itu bukan hitungan per desa. Tapi 30 persen dari total keseluruhan dana. Kami harap ada peluang masih bisa mengamprah. Karena ini juga untuk kemajuan desa,” demikian Ngurah Arya. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya