RadarBuleleng.id - Sidang Paripurna DPRD Bali yang digelar pada Senin (15/4/2025) tampak sepi.
Sesuai agenda, sidang paripurna itu membahas rekomendasi DPRD Bali terkait Laporan Kinerja Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Bali pada tahun 2024.
Dalam sidang paripurna itu, banyak kursi anggota DPRD Bali yang terlihat kosong. Padahal ada 39 orang yang menandatangani daftar hadir.
Gubernur Bali, Wayan Koster menyoroti minimnya kehadiran wakil rakyat dalam agenda penting tersebut.
Dalam sambutannya, Koster menyindir langsung jumlah anggota DPRD yang hadir. Menurut daftar hadir, tercatat ada 39 orang. Namun secara fisik jumlahnya dinilai kurang.
Bahkan, Ketua DPD PDIP Bali itu tak segan akan mencatat kader partainya yang absen.
“Di absensi tertulis ada 39 orang, tapi saya lihat tidak sebanyak itu. Yang dari PDIP, saya catat juga,” sindir Koster.
Usai sidang, Ketua DPRD Bali I Dewa Gede Mahayadnya alias Dewa Jack angkat bicara.
Ia membenarkan banyak anggota dewan yang tak bisa mengikuti sidang secara penuh.
“Banyak yang izin karena ada undangan upacara adat. Hari ini hari baik, banyak pernikahan dan kegiatan adat lainnya,” jelas Dewa Jack.
Ia juga menyebut sebagian anggota sebenarnya hadir dan telah mengisi daftar hadir, namun kemudian izin meninggalkan ruang sidang karena sidang molor dari jadwal.
“Rapat dijadwalkan pukul 11.00, tapi kami menunggu sampai satu jam. Akhirnya sebagian izin permisi,” imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Wayan Koster juga mengakui keterlambatan kehadirannya dalam sidang paripurna.
Koster menyampaikan permohonan maaf kepada para anggota dewan yang sudah menunggu cukup lama.
“Saya mohon maaf datang terlambat. Harus menghadiri Musrenbang lebih dulu dan memberikan pengarahan. Jadinya baru bisa hadir sekitar pukul 12.00,” ungkap Koster. (*)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini RadarBuleleng.id, silahkan bergabung di WhatsApp Channel "Radar Buleleng" dengan klik link berikut ini: Join WhatsApp Channel Radar Buleleng.
Editor : Eka Prasetya